177.731 Debitur Telah Terima Restrukturisasi Kredit /Pembiayaan dan 32.756 Terima Penyaluran KUR di Sumsel  

0 35
Palembang,Pena Sumatera co.id –  Saat ini kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatera Bagian Selatan sampai dengan posisi Mei 2020, kinerja perbankan Provinsi Sumatera Selatan untuk total aset perbankan sebesar Rp97,36 triliun mengalami penurunan sebesar -2,64% (ytd) dengan market share Prov Sumsel secara nasional sebesar 1,11%.
“Meskipun berada dalam kondisi tertekan Pandemi Covid-19, dari sisi penyaluran kredit/pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga oleh Perbankan di Sumsel justru meningkat. Per Mei 2020, telah tersalurkan kredit/pembiayaan sebesar Rp84,99 triliun atau tumbuh 0,14% (ytd) dengan market share 1,47% secara nasional. Begitu pula dengan penghimpunan Dana Pihak Ketiga yang mencapai Rp87,57 triliun atau meningkat 1,06% dengan market share 1,39% secara nasional,”kata Kepala OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan, Untung Nugroho saat rapat kerja dengan Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Arniza Nilawati, SE,MM, mengenai perkembangan kondisi perekonomian di wilayah Provinsi Sumatera Selatan di kantor OJK Regional 7 Sumbagsel, Senin (10/08/2020).
Pada kesempatan ini juga, Untung menambahkan, kinerja perbankan turut diikuti oleh industri Pasar Modal, dimana per Mei 2020 terdapat peningkatan dari sisi jumlah investor dan transaksi saham. Investor di Sumsel saat ini berjumlah 56.198 investor meningkat 20,32%, dengan transaksi saham di Mei 2020 mencapai Rp2.364,68 Miliar dengan growth bulanan sebesar 7,03% dan market sharenya sebesar 1,46% secara nasional. Namun, untuk penjualan Reksa Dana justru mengalami penurunan growth bulanan sebesar -6,37% dengan nilai penjualan yang hanya mencapai Rp55,58 miliar.

Untuk kinerja perusahaan pembiayaan di Provinsi Sumatera Selatan juga mengalami penurunan sebesar -3,17% (ytd) dimana piutang pembiayaan hanya mencapai Rp12.485 miliar. Hal ini dikarenakan adanya fokus perusahaan pembiayaan untuk melaksanakan program restrukturisasi pembiayaan. Selanjutnya, untuk akumulasi penyaluran pembiayaan pada industri Fintech P2P Lending di Provinsi Sumatera Selatan per Mei 2020 adalah sebesar Rp1,38 triliun dengan jumlah rekening borrower/peminjam sebanyak 434.694 rekening dan jumlah rekening lender/pemberi pinjaman sebanyak 8.569 rekening.

Kemudian dari sisi perlindungan konsumen, OJK KR 7 Sumbagsel telah menerima beberapa pengaduan dari masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan, baik secara langsung maupun tidak langsung dan telah diproses sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Dalam merealisasikan kebijakan Pemerintah terkait kebijakan restrukturisasi kredit/pembiayaan, Untung Nugroho juga melaporkan bahwa per Juli 2020 di wilayah Provinsi Sumatera Selatan telah direalisasikan restrukturisasi kredit/ pembiayaan kepada 70.172 debitur perbankan dengan nilai outstanding sebesar Rp6,210.59 miliar dan kepada 107.541 debitur perusahaan pembiayaan dengan nilai outstanding sebesar Rp3.892,86 miliar.

Dengan memperhatikan kinerja industri jasa keuangan dimaksud, Arniza Nilawati memberikan respon positif dan tetap mengingatkan bahwa OJK KR 7 Sumbagsel masih perlu mengoptimalkan kegiatan sosialisasi edukasi kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di daerah. Hal ini agar masyarakat secara menyeluruh mendapatkan informasi yang jelas dan dapat mengakses sekaligus memanfaatkan produk keuangan untuk kepentingan masyarakat, sehingga tingkat literasi dan inklusi masyarakat di Sumsel dapat meningkat.
Dalam kesempatan yang sama, Arniza Nilawati juga meminta OJK KR 7 Sumbagsel terus mendukung program kerja Pemerintah dalam peningkatan perekonomian daerah serta percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya di wilayah Provinsi Sumatera Selatan, diantaranya dengan bersinergi bersama stakeholder terkait serta terus mensosialisasikan informasi terkini terkait industri jasa keuangan kepada masyarakat.
Diharapkan dengan sinergi dan transparansi kebijakan yang dilakukan OJK bersama stakeholder terkait dapat membantu para petani dan/atau pelaku UMKM lainnya yang terdampak Covid-19 melewati situasi ekonomi saat ini.
Sebagai informasi, per Juli 2020, Perbankan di Provinsi Sumatera Selatan telah menyalurkan Kredit kepada UMKM mencapai Rp25,65 triliun. Khusus untuk penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di di Provinsi Sumatera Selatan, sampai dengan Juni 2020, telah tersalurkan sebesar Rp1,46 triliun kepada 32.756 debitur. (ofie)

loading...
Baca Juga

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera