Akibat Bendungan Rawa Meluap,SDN 4 tiga Hari Terendam Banjir

0 81

PALEMBANG – Hujan deras beberapa hari lalu, membuat dua ruang kelas di SD N 4 Palembang terendam, proses belajar mengajar pun tak bisa dilaksanakan. Pasalnya,ketika turun hujan bendungan rawa yang berada dibelakang sekolah itu kerap meluap dan membanjiri sekolah.

Kepala SD N 4 Armalini,S.Pd,senin (18/1) mengatakan, jika turun hujan anak – anak kelas VA dan VB terpaksa diungsikan. Mereka memakai ruangan kelas jadi satu. Hal ini dilakukan agar siswa tidak ketinggalan pelajaran.

Lanjutnya, Banjir yang memasuki ruang kelas seperti ini sudah berlangsung selama 4 hari dengan ketinggian air 30 cm.” ini sudah berlangsung tiga tahun ketika musim hutan tiba,kita atur seperti ini supaya anak didik bisa mendapatkan pengajaran layaknya seperti biasa,inilah jalan satu-satunya untuk mengatasi permasalahan ini”ungkapnya

Ditambahkannya,Untuk saat ini Rombongan belajar (Rombel) di SD N 4 sekarang ini mempunyai 8 rombel,mengingat untuk saat ini kita mempunyai 18 rombel.Untuk mengatasi kekurangan ini kita buat menjadi Double siif yaitu kelas pagi dan siang dengan rincian,kelas VI tiga kelas,kelas V tiga kelas,kelas I tiga kelas dan kelas 2 satu kelas jadi rombel untuk kelas pagi 11 kelas.Sedang kelas siang dengan rincian,kelas IV tiga kelas,kelas III tiga kelas dan kelas II dua kelas dengan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 640 siswa dengan tenaga pengajarnya 22 orang guru,4 guru honor dan ditambah 3 orang staf Tata Usaha (TU),

“Dengan kondisi kelas yang tidak layak seperti ini, kita berharap pemerintah segera mencari jalan solusinya dengan membangun sekolahan ini dinilai tidak layak lagi,”harapnya

Sementara itu Drs.Haris Basid,MSi selaku Kasi kurikulum Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga(Disdikpora) Kota Palembang mengatakan, kodisi sekolah yang rawan banjir lokal, sebaiknya sekolah harus membuat kebijakan dan mencari solusi yang terbaik, apabila hujan maupun air pasang yang mengakibatkan sekolah tersebut banjir, “Siswa tidak perlu diliburkan dan apabila kondisi banjir yang melampuai batas, maka sebaiknya Kepala sekolah harus melapor ke Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) atau ke Disdikpora untuk meliburkan anak,”ujarnya

Berhubung waktu belajar bagi siswa kelas akhir yakni kelas VI akan memasuki ujian Nasional untuk kelulusan yang waktunya tinggal beberapa bulan lagi, pihaknya menghimbau untuk siswa kelas akhir tidak boleh libur atau mengurangi jam belajar. “Permasalahan banjir, sekolah harus mengambil kebijakan pengurangan jam belajar hanya untuk kelas-kelas lainnya saja,”pungkasnya (hasan)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera