97 Bandit Jalananan Digulung Polisi

Kapolda Tegaskan : Senjata Api Polri Bukan Untuk Pajangan, Tapi Untuk Menindak Bandit Yang Meresahkan Masyarakat

0 18

PALEMBANG, penasumatera.co.id – Janji Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Drs Firli SH MSi, dalam memberantas pelaku kejahatan kembali dibuktikan. Dengan melaksanakan operasi yang menargetkan 28 Target Operasi (TO) kejahatan, hanya tersisa lima TO saja atau tersisa 19 persen. Meski demikian, Jendral Bintang dua ini berharap agar bersama masyarakat bisa menyelesaikan tugas kejahatan yang meresahkan warga khususnya di Sumatera Selatan yang dicintainya.

“Ini janji saya. Sebelum berlangsung operasi, kita sudah evaluasi dan menghasilkan 28 Target Operasi (TO). Hari ini kita buktikan dengan menyelesaikan 23 TO atau mencapai 81 persen. Dari 23 kasus kejahatan yang kita ungkap itu tidak lain kasus begal, curas dan satu pelakunya meninggal dunia, sementara 74 pelaku 3C (Curas, Curat dan Curanmor) non TO juga kita gelandang, jadi total keseluruhan 97 tersangka,” papar Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Drs Firli SH MSi saat gelar press release di Mapolda Sumsel.

Dari 97 tersangka bandit jalanan ini, orang nomor satu di Polda Sumsel ini memberikan himbauan kepada masyarakat kota Palembang maupun warga Sumsel untuk waspada jika menjumpai orang asing, janji bertemu dan ternyata menjadi target korban kejahatan.

“Terdapat modus baru, dengan berkenalan dengan seorang wanita sebagai umpan, melalui media sosial facebook. Lalu, bertemu setelah itu, pelaku lain merampok sepeda motor korban sebagaimana berhasil diungkap Jajaran Reskrim Polresta Palembang beberapa waktu lalu,” bebernya.

Pengungkapan kali ini, tambah Mantan Kabid Pemberantasan KPK ini, turut menyita sembilan pucuk senjata api, lima butir amunisi 9 mm dan 15 butir amunisi cal 38, tujuh bilah senjata tajam, 19 unit sepeda motor berbagai merek, lima unit mobil, 12 unit handphone, lima tas dan dompet, tujuh lembar STNK, empat unit televisi, dua unit batrai accu, dua gelang emas dan uang tunai sebanyak Rp 250 ribu.

“Jajaran kami tidak akan berhenti sampai disini. Kami tetap akan mengejar dan menangkap pelaku kejahatan. Anggota dibekali senjata api untuk melaksanakan tugas, bukan untuk menjadikan senjata api tersebut sebagai pajangan. Namun, tetap dalam prosedur, terukur, waktu dan tempat, bahkan jika mengancam keselamatan, pelakunya boleh ditindak tegas,” ungkapnya. (Selfy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera