Awas, Merokok Sembarang Tempat di BU Bisa Kena Buih

0 93

BENGKULU UTARA, Penasumatera.co.id  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Utara (BU) tak ingin kecolongan, semenjak diberlakukanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2016 Tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 33 tahun 2018 tentang pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang telah berlaku dalam beberapa bulan lalu.

“Pihak kami saat ini sedang gecar-gencarnya melakukan sosialisasi “yang pada intinya tujuan kita menegakkan peraturan, agar ke depannya, areal publik bisa menjadi kawasan yang nyaman untuk digunakan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ujang Ismail Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, kepada media ini, Jumat (6/7/2018)

Lanjutnya, walaupun diberlakukanya dipertengahan, anggaran kita tetap mensosialisasikan Perbub KTR sesuai dengan apa yang telah di sampaikan dan arahkan pak Bupati. Kita berinisiatif sendiri, seperti untuk sekarang ini bidang Suveilans dan Imunisasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian yang sedang gencar mengkampanyekan Imunisasi Measles Rubella (MR) kesekolah-sekolah, Posyandu, Puskesmas dan sarana kesehatan lainya. Dengan cara introgasi, tim kita juga turut andil (berdampingan) dalam mensosialisasikan mengenai Kawasan Tanpa Rokok.

Namun ia mengatakan, untuk tingkat Kecamatan Badan sampai dengan Dinas sudah ada surat edaran dari Bupati yang di tempelkan di dinding pemberitahuan (mading) untuk segera menetapkan lokasi-lokasi Kawasan Tanpa Rokok (bebas rokok-red), sekaligus menghimbau dapat mensosialosasikan kepada seluruh rekan kerja, karyawan/karyawati di FKPD dan OPD.

“Adapun lokasi-lokasi nantinya yang akan di beri tanda “no smoking” kawasan bebas dari asap rokok meliputi Tempat ibadah, Tempat anak bermain, Angkutan Umum, Tempat Kerja dan tempat lain yang ditetapkan. Lebih lanjut Ujang mengatakan ada dua tempat yang sama sekali tidak boleh ada rokok yaitu tempat proses belajar mengajar (sekolah) dan fasilitas pelayanan kesehatan, itu sama sekali tidak ada area smoking dan penjualan,” jelasnya

Disamping itu, Lanjut Ismail, kita juga ada yang namanya usaha berhenti merokok, di tahun 2017 lalu kita dari Dinas Kesehatan bersama Co Analisis mengukur kadar Co anak-anak sekolah untuk mengetahui apakah dia perokok apa tidak. Hasilnya ada tiga sekolah di Kabupaten Bengkulu Utara ternyata anak laki-laki 90% merokok dilihat dari kadar oksigennya.

“Tujuan dari KTR itu, mengatur tempatnya, bagi pelanggar nanti akan diberikan sanksi mulai dari sanksi administrasi seperti teguran lisan, masih juga tak mengindahkan peraturan tersebut, bisa-bisa diancam denda perorangan maksimal 5 Juta, untuk badan usaha atau badan hukum maksimal 50 Juta sampai dengan pencabutan izin usaha. Untuk proses nantinya pelanggar terlebih dahulu akan disidang melalui mekanisme sidang Tipiring mulai dari membacakan tuntutan, lalu putusan dijatuhkan hakim dan menghukum pelanggar dengan hukuman alternatif membayar denda atau kalau tak sanggup bayar dengan jalani kurungan selama beberapa hari di bui,”. Tutupnya.(yapp)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.