Bangunan Lahan Parkir Hermina Terancam Distop

Miliki IMB Tanpa Kajian Amdal

0 57

PALEMBANG, Penasumatera.co.id – Bangunan lahan parkir RS Hermina seluas 9000 meter persegi terancam distop sebab meskipun memiliki Ijin Mendirikan Bangunan,(IMB) tapi uniknya tanpa ada kajian Analisis Dampak Lingkungan,(Amdal).

Hal ini,diketahui ketika Komisi III DPRD Palembang bersama Dinas LHK, PU-PR, Camat dan lLrah setempat melakukan inspeksi mendadak,(sidak) ke lapangan,Rabu,(10/07).Sejumlah anggota memeriksa satu persatu lantai yang diproyeksikan untuk lahan parkir itu.

Dalam salahsatu sisi didalam temuannya bangunan tersebut dideadline 2 hari untuk melengkapi berkas yang diperlukan jika tidak maka akan dilakukan penyetopan pekerjaan bangunan tersebut.Hasil temuan ternyata bangunan enam lantai tersebut tidak memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Namun pengelola rumah sakit mengaku sudah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Padahal secara aturan harus menyelesaikan proses Amdal terlebih dahulu baru kemudian IMB keluar.

Keluarnya IMB inilah yang memunculkan kecurigaan legislatif terhadap tidak beresnya prosedur perizinan.

Wakil Direktur Umum RS Hermina, Adi Septiyadi mengatakan, pembangunan dimulai pada Februari 2019. Rencananya pihaknya akan membangun enam lantai dimana dua lantai diperuntukkan untuk parkir dan sisanya untuk rawat jalan.

Menurut dia, pihaknya sudah mengantongi IMB yang dikeluarkan oleh DPMPTSP. Sehingga pihaknya melakukan pembangunan.

“Kalau IMB sudah ada tapi untuk AMDAL masih berproses,” kata Adi.

Adi mengatakan, pengajuan proses Amdal sudah dilakukan sejak 2018 lalu. Namun sampai sekarang diakuinya izin tersebut belum keluar.
“Sudah kita ajukan izin amdalnyasejak 2018,” kata dia.

Kasi Pengendalian Pencemaran, Hardian mengatakan, alasan pihaknya belum mengeluarkan AMDAL karena berkas yang disampaikan ke pihaknya belum lengkap. Dalam dokumen lingkungan masih terdapat kekurangan sehingga tim penilai AMDAL merokemendasikan untuk dilengkapi. Namun pembahasan AMDAL yang sudah dilakukan sejak Januari 2019 tersebut berkasnya belum dikembalikan oleh pihak rumah sakit.

“Sampai saat ini berkas kelengkapan AMDAL belum dikembalikan kepada kami sampai saat ini,” kata dia.

Sekretaris Ketua DPRD Kota Palembang, Ade Victoria mengungkapkan pihaknya akan memanggil seluruh stakeholder termasuk pihak rumah sakit untuk memeriksa berkas yang ada. Jika nantinya berkas berkas tersebut salah dan menyalahi aturan maka pihaknya akan menstop pengerjaan.

“IMB keluar seharusnya ketika proses perizinan lingkungan sudah dikeluarin. Ini sebaliknya AMDAL belum keluar tapi IMB sudah keluar,” kata dia.

Menurut dia, kesalahan lainnya yang dilakukan oleh pihak rumah sakit yakni luas bangunan baru tidak sesuai dengan luas bangunan utamanya. Padahal kata dia sesuai Permenkes Nomor 47 seharusnya luas bangunan baru separuh luasnya dari bangunan lama.
“Dugaan lain kesalahan pada Permenkes Nomor 47. Apalagi ini bangunan bertingkat,” katanya. (Hilmy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera