Bank Indonesia Dukung Gerakan Santri Penggerak Ekonomi Syariah Sumsel

0 43
PALEMBANG, Penasumatera.co.Id – Negara tetanggga yang mayoritas penduduknya non muslim terus gencar mengklaim penerapan ekonomi syariah dan produk turunannya. Untuklah Bank Indonesia perwakilan Sumatera Selatan mendukung gerakan Santri penggerak ekonomi Syariah Sumsel.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Yunita Resmi Sari menjelaskan saat pelantikan forum santri penggerak ekonomi syariah Sumsel sekaligus deklarasi santi cinta rupiah dan sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Senin (28/10).

Yunita Sari menjelaskan mengapa sangat mendukung kegiatan ini? “Seperti kita ketahui Indonesia dengan penduduk hampir 290 juta jiwa, mayoritas muslim,”jelas dia di Pesantren Aulia Cendikia Talang Jambe Sukarame, Palembang, Sumsel.

Bahkan, sambung dia, Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, dan itu jadi modal utama dari pergerakan ekonomi syariah. “Suatu prinsip ekonomi yang bersifat umum, yang utama yakni menjunjung tinggi keadilan dan kejujuran bagi seluruh umat.”

Jangan sampai, Indonesia kalah gesit dalam penerapan ekonomi syariah seperti negara tetangga. “Hampir setiap negara menjadi inisiator untuk menjadi penggerak ekonomi syariah, seperti Thailand, bukan negara muslim tapi klaim menjadi dapur bagi makanan halal,”kata dia.

Lalu, lanjut Yunita, Cina, Tiongkok sudah mendeklarasikan sebagai pengeskpor perlengkapan muslim, sekarang kita lihat banyak busana muslim buatan dari Cina. Belum lagi, akui dia, negara Jepang dan Taiwan sudah siapkan wisata halal dunia.

Karena itu, Yunita mengajak semua pihak untuk menggerakkan ekonomi syariah. Termasuk bukan ilmu ekonomi saja, tapi terapannya ke bisnis langsung. “Ayo gerakan ekonomi halal, dukung ekonomi syariah,”tegas Yunita.

Pimpinan dan Pengasuh Pesantren Aulia Cendikia KH Hendra Zainuddin mengatakan kita berdoa santri di Palembang dan Sumatera Selatan peduli tentang ekonomi kerakyataan dan keumatan.

Mudah-mudahan, sambung dia, gerakan santri penggerak ekonomi syariah Sumsel sekaligus deklarasi santi cinta rupiah dan sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), dapat diikuti oleh pesantren lain di provinsi Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan deklaraso Cinta Rupiah. “Anak-anak berdeklarasi harus cinta namanya rupiah, anak-anak milenial harus tahu Gerakan Nasional Non Tunai, kedepan tak lagi tunai tapi menggunakan non tunai tapi menggunakan jasa internet,”ujar dia. (Ofie)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera