Belum Dinyatakan Lulus, Siswa Kelas XII SMKN 1 Palembang 60 % Sudah Diterima Kerja

0 1.531

PALEMBANG, Penasumatera.co.id – Tahun 2018 lebih kuran 60 persen siswa kelas XII SMKN 1 Palembang sudah diterima Dudi,  Meski belum dinyatakan lulus, hal tersebut diungkap kepala SMK Negeri 1 Palembang Dra.Hj. Hijrah Baiti, disela kegiatan pelepasan siswa kelas XII Tahun pelajaran 2017-2018 di Rumah makan Sri Melayu, Rabu (25/4).

Hijrah Baiti mengungkapkan, meski belum dinyatakan lulus namun 60 persen siswa kelas XII SMKN 1 Palembang sudah diterima DUDI yang berasal dari berbagai perusahaan di Sumatera Selatan (Sumsel) yang sudah menjalin kerja sama dengan pihak SMKN 1 Palembang. “Total siswa kelas XII SMKN 1 Palembang sebanyak 558 orang. 125 siswa diantaranya sudah diterima di mall, 35 siswa diterima di mini market dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Dijelaskan Hirjah, untuk siswa yang melanjutkan ke pendidikan tinggi sendiri, tidak begitu banyak hanya beberapa orang saja. Yakni delapan siswa diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan satu orang siswa mendapatkan beasiswa ke salah satu kampus di China. “Kita memang sudah ada kerja sama bersama pihak Mr Thang. Tahun ini ada satu siswa yang dinyatakan lulus besiswa ini, untuk tahun lalu ada dua siswa,” paparnya.

Menurutnya, pihak SMKN 1 Palembang sendiri telah melakukan kerja sama dengan pihak DUDI mencapai 72 perusahaan yang tersebar di Provinsi Sumsel. sejumlah perusahaan tersebut akan melakukan rekrutment secara langsung di sekolah untuk menjaring siswa yang belum mendapatkan beasiswa ataupun diterima di DUDI sebelumnya. “Bagi siswa yang belum diterima DUDI ataupun PTN bisa memilki kesemp[atan ikut rekrutment di sekolah oleh pihak DUDI,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Kurikulum SMK Disdik Sumsel, Yose Aprizal mengatakan, pihak Disdik terus mendorong SMKN agar menyiapkan lulusan yang siap diserap oleh piah DUDI. Hal ini tidak terlepas dari tujuan utama SMKN yang menciptakan generasi yang siap kerja. “Untuk di Sumsel data secara pasti jumlah siswa yang diserap DUDI ataupun melanjutkan ke PTN baik dalam maupun luar negeri belum terdata secara lengkap. Sebab, pihak sekolah belum melaporkan datanya ke pihak Disdik karena mereka belum dinyatakan lulus,” terangnya.

Akan tetapi, menurutnya, wacana SMKN belajar empat tahun menjadi salah satu upaya yang dilakukan Disdik Sumsel agar lulusan SMKN semakin banyak diserap DUDI pada tahun mendatang. “Di Sumsel sendiri jumlah kompetensinya hanya 41 macam. Namun, untuk penerapan SMKN bejalar empat tahun hanya pada jurusan tertentu saja, oleh sebab itu kita harus berkaca dari larisnya kompetensi keahlian belajar empat tahun di daerah Jawa,” pungkasnya (hasan basri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.