BI Sumsel Kenalkan Kuliner Pempek dan Kopi Palembang di Bali

0 254

Denpasar, Pena Sumatera – Bank Indonesia Perwakilan Sumsel memperkenalkan makanan khas Palembang yakni Pempek dan Kopi di Bali pada 29-30 Juli 2022 lalu. Beachwalk Pempek Expo bertajuk “Semangat UMKM Pempek dan Kopi Sumatera Selatan menuju Go Global dan mendukung Pariwisata Indonesia” ini untuk lebih memperkenalkan makanan khas Palembang agar lebih dikenal luas baik domestik maupun mancanegara.

Pembukaan Beachwalk Pempek Expo

Beachwalk Pempek Expo ini dihadirin dan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sumsel H Ir Mawardi Yahya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesi Provinsi Sumsel, Erwin Soeriadimadja, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumsel, Perwakilan Pemprov Bali, dan para peserta UMKM dari Sumsel yaitu Pempek cek molek, Pempek syamil, Pempek cek putri, Pempek umiabi, Rumah Kopi Sumsel, Beskabean coffee dan pelaku UMKM Provinsi Bali yaitu  Sambal mantu, Sese, Krilazzz, Coklat CK, Kopi Bali Arabika Kintani, The living barn.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Erwin Soeriadimadja mengatakan, Kegiatan Expo Pempek dan Kopi ini merupakan sinergi UMKM di Provinsi Sumsel dan Bali yang dirancang khusus untuk lebih memperkenalkan wisata kuliner identitas lokal khas Sumsel.

“Acara pameran ini juga lebih memberikan kesempatan lebih luas bagi UMKM untuk mengembangkan akses pasarnya dan memberikan pengalaman expo di luar Palembang. Ini juga langkah kami mendukung gerakan bangga buatan Indonesia dan bangga wisata Indonesia,” terang Erwin.

Pada kesempatan ini, pihaknya juga berterimakasih kepada Wagub Sumsel yang telah bersedia hadir dan membuka Beachwalk Pempek Expo ini.

“Kita akan terus mendorong kegiatan pengembangan UMKM yang mencakup tiga hal, satu pengembangan kapasitas UMKM pelaku usaha pempek melalui pembinaan. Kita mendukung dengan pengadaan mesin retort agar pempek lebih terstandarisasi dan punya masa edar yang lebih lama,” tambah Erwin.

Lalu Kedua lanjut Erwin, kegiatan ini sebagai langkah melakukan pengembangan pasar dari pameran pempek ini mudah-mudahan para asosiasi dan pasar di Bali juga bisa bersinergi dengan UMKM asal Sumsel.

Lalu ketiga dukungan digitalisasi dimana Bank Indonesia Sumsel mendorong platform e commers untuk para UMKM pembayarannya sudah menggunakan QRIS.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel),H Mawardi Yahya mengucapkan terima kasih atas komitmen Bank Indonesia Sumsel dalam mendukung para pelaku UMKM di Sumsel dalam rangka pemulihan ekonomi.

“Hari ini adalah luar biasa, komitmen Bank Indonesia Provinsi Sumsel dan Bank Indonesia Bali untuk mengembalikan perekonomian pasca pandemi ini agar segera pulih dan bisa membawa produk UMKM Sumsel pameran di mall terbesar di Bali yang sudah terkenal di seluruh dunia bukan hanya orang Indonesia saja,” terang Mawardi.

Selain itu, Mawardi Yahya juga menambahkan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Pemprov Bali untuk melakukan kerjasama antar daerah guna menghidupkan UMKM di Sumsel dan Bali.

Mawardi juga berpesan kepada pelaku UMKM kuliner untuk meningkatkan mutu dan kualitas produk yang dipasarkan.

“Termasuk dari sisi rasa, daya tahan arena sudah masuk ke persaingan internasional agar mampu bersaing dengan UMKM lainnya,”katanya.

Sementara itu Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Bali, Gusti Agung Diah Utari mewakili Kepala Perwakilan BI Bali menambahkan, industri makanan dan minuman memegang porsi cukup besar dalam perekonomian kita mencapai 1/3 dari PDRB nasional.

“Hal ini membuat UMKM memegang peran terpenting untuk meningkatkan perekonomian daerah bahkan lebih dari 90 persen industri makanan dan minuman dikelola oleh UMKM dan turut membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional,”terang Diah.

Di provinsi Bali, Bank Indonesia memiliki program local economic development salah satunya mengembangkan UMKM sektor kuliner daerah.

“BI selalu berupaya untuk mendorong promosi produk unggulan dalam berbagai event promosi. dan di even ini  pelaku UMKM Bali juga ikut serta yaitu Sambal mantu, Sese, Krilazzz, Coklat CK, Kopi Bali Arabika Kintani, dan The living barn. Kami berharap ini bisa menjadi kerjasama yang berlanjut ke depan dalam rangka membangkitkan perekonomian di daerah,”harapnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Pempek (ASPPEK) Provinsi Sumsel sekaligus Owner Pempek Cek Molek, Yenni merasa bersyukur bisa ikut serta dalam pameran pempek di Bali.

“Mudah-mudahan melalui event ini pempek bisa dikenal semakin luas, apalagi saat ini kami telah menggunakan metode retort dimana pempek yang kami tawarkan ini lebih tahan lama baik di suhu ruang, sehingga pempek bisa dikirim kemana saja tanpa takut basi,” tutup Yenni. (fie)

Baca Juga
Penasumatera