Butuh Pengobatan, Bocah 9 Tahun Butuh Perhatian Pemerintah

0 43

BENGKULU UTARA, Penasumatera.co.id – Bocah 9 tahun, Radit Pratama anak pertama dari pasangan Saleman dan Panca Lestari yang bertempat di Desa Sengkuang Kecamatan Tanjung Agung Palik Bengkulu Utara, harus pasrah dengan penyakit ia derita.

Miris rasanya, melihat keluarga kecil asal Sengkuang yang terbilang tak mampu (miskin) ini, harus jauh dan luput dari perhatian Pemerintah setempat.

Kondisi ini tergambar jelas ditempat hunian mereka dimana gubuk kecil berdinding papan yang terlihat mulai rapuh dimakan usia, atap bocor dan digerogoti rayap, seakan menjadi saksi perihnya perjalanan hidup di era ini.

Kemudian untuk kebutuhan hidup sehari-hari mereka peroleh dari hasil nguli harian dengan nyadap atau motong, karet milik orang lain.

Disampaikannya, Radit Pratama sejak umur 2 tahun mengalami buta pada kedua matanya, gejala awal sebelum mengidap sempat mengalami mencret tak kunjung henti sampai-sampai Radit kurus kering.

Selain buta, Radit juga mengidap disabilitas tidak bisa diam apa saja mau dipegangnya dan dirusak, kemudian dia juga belum sekolah, dalam hal ini sudah mendatangi SLB Arga Makmur, namun terkendala biaya karna lokasi jauh dari tempat tinggal.

“Untuk kesembuhan, saat ini kami hanya bisa pasrah dan berharap ada perhatian dan juga ada orang baik (dermawan) yang peduli untuk
membantu kesembuhan mata Radit”. Ujar Saleman didampingi Istri, pada Kamis (15/08/2019) saat ditemui media ini.

Sejauh ini untuk pengobatan kami sudah berusaha,lanjut Saleman, pernah sebelumnya ada relawan dari Kementerian Sosial mengambil data, itupun sudah dua tahun lalu sampai sekarang belum ada jawaban, “Begitu juga ke Dinsos keluarga kita juga pernah bertandang terkait solusi, saat ini masih mempersiapkan untuk pengajuan kembali berkas, kemudian untuk pengobatan juga pernah dirujuk ke RSUD Arga Makmur,”  sampai Saleman (Yapp)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera