CAMPUS ONLINE TALK SHOW: MENCIPTAKAN KAMPUS YANG AMAN “Relasi Asik Nggak Toksik”

0 45

Palembang, Pena Sumatera co id  – The Body Shop® Indonesia menggelar Campus Online Talkshow: Menciptakan Kampus Yang Aman (05/02) sebagai upaya The Body Shop® Indonesia untuk mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk membangun awareness dan edukasi untuk masyarakat, khususnya para generasi muda.

Campus Online Talkshow ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat luas khususnya milenial dalam memahami mengenai kekerasan seksual di Indonesia. Banyak dari kekerasan seksual terjadi di lembaga Pendidikan. Sayangnya, kasus-kasus ini sering kali menguap tanpa memberikan keadilan pada korbannya. Salah satu penyebab utamanya adalah budaya permisif terhadap kekerasan seksual.Menata kembali sistem sosial yang selama ini salah dimana ketika ada kasus kekerasan seksual maka secara tidak langsung sistem yang sudah ada saat ini justru menghukum korban kekerasan seksual.

Hadir sebagai narasumber yaitu Cantyo A. Dannisworo M.Psi., Psikolog, Psikolog Klinis Yayasan Pulih, Ratu Ommaya, Public Relations and Community Manager The Body Shop® Indonesia, Sakdiyah Ma’ruf, Stand-up Comedian, Ellen P. WIjaya, Redaktur Riset LPM Kentingan Universitas Sebelas Maret, Adhitya Mahendra, Pimpinan Umum LPM Solidaritas Universitas Jenderal Soedirman, dan Devi Asmarani, Editor-in-Chief Magdalene.co sebagai Moderator.

Cantyo A. Dannisworo M.Psi., Psikolog – Psikolog Klinis Yayasan Pulih mengatakan bahwa hubungan relasi seperti berpacaran adalah hubungan umum yang sering dijalankan oleh kita sejak remaja hingga dewasa. Seringkali memiliki pasangan atau pacar menjadi tolok ukur kebahagiaan dan standard dari lingkungan yang harus kita capai. Padahal hubungan berpacaran bisa saja tidak seindah apa yang orang katakan, tidak semanis lagu cinta yang kita dengar, atau tidak seromantis film seri kesukaan kita. Kadang kita bisa terjebak di dalam hubungan yang justru menyengsarakan diri kita. Sayangnya, hubungan yang tidak sehat ini bisa saja tidak kita sadari. Oleh karena itu, kita terkadang perlu lebih mendengar hati dan tubuh kita, apakah sebenarnya kita bahagia di dalam hubungan saat ini.

Ratu Ommaya – Public Relations and Community Manager The Body Shop® Indonesia mengatakan Campus Online Talkshow Ini adalah upaya kami dalam mengedukasi publik mengenai pentingnya RUU PKS. Edukasi mengenai kekerasan seksual di campus penting karena mahasiswa merupakan generasi penerus kedepan. Kami mengajak generasi muda Indonesia untuk menghentikan kekerasan seksual melalui berbagai kegiatan yang melibatkan banyak pihak, karena isu ini sangatlah mendesak dan membutuhkan perjuangan dari berbagai pihak untuk saling berkolaborasi demi tercapainya tujuan kita bersama, yakni pengesahan RUU PKS.

Sakdiyah Ma’ruf – Stand-up Comedian mengatakan Webinar Relasi Asik, Nggak Toksik oleh Magdalene didukung oleh The Body Shop® Indonesia adalah forum yang penting untuk memulai diskusi tentang berbagai kasus dan potensi kekerasan dalam relasi, termasuk relasi pacaran yang selama ini sering dianggap tabu, sensitif, dan privat.

Hal-hal dalam relasi yang menjadi bagian dari kehidupan anak muda di kampus dan sering dianggap wajar seperti sikap dominasi, mengawasi, kontrol berlebihan atas nama saling cinta sesungguhnya adalah bentuk kekerasan. Apalagi bentuk pemaksaan yang lain bahkan hingga pemaksaan berhubungan seksual, misalnya.

Webinar ini adalah forum dan ruang aman untuk mendiskusikan kekerasan dalam pacaran, dampak-dampaknya, solusinya, dan bagaimana kita semua sebagai civitas kampus dapat bergotong royong melawannya untuk mewujudkan kampus aman bebas kekerasan. Webinar ini juga penting sebagai bagian dari kampanye kita semua yang salah satunya didukung The Body Shop® Indonesia untuk segera mensahkan RUU PKS.

Ellen P. WIjaya – Redaktur Riset LPM Kentingan Universitas Sebelas Maret mengatakan hubungan relasi seperti pacaran adalah sebuah fenomena di masyarakat yang sudah tidak asing lagi, bahkan menjadi sebuah trend anak muda saat ini. Hubungan relasi yang terjadi dalam pacaran terkadang menimbulkan berbagai persoalan, salah satunya adalah tindak kekerasan dalam pacaran (KDP). Menurut saya, salah satu faktor penyebab KDP adalah budaya patriarki yang mangakar pada masyarakat kita. Sebuah hubungan relasi yang mempunyai perasaan superior dan ingin menguasai pasanganya dapat menyebabkan sebuah hubungan menjadi toksik. Bahkan kini kasus KDP semakin tinggi tanpa adanya payung hukum yang melindungi korban kekerasan. Yuk, dukung pengesahan RUU PKS untuk mencegah tindak kekerasan seksual dan menciptakan keadilan bagi korban.

Adhitya Mahendra – Pimpinan Umum LPM Solidaritas Universitas Jenderal Soedirman mengatakan permasalahan kekerasan seksual, menjadi isu yang selalu hangat untuk dibahas. Hal tersebut dikarenakan kekerasan seksual merupakan isu yang marak terjadi di sekitar kita.  Kekerasan seksual bisa terjadi dimana saja. Dalam ruang publik atau bahkan privat. Pada 27 Oktober 2020, Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan mengeluarkan sebuah data mengenai kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan sudah tidak menjadi tempat yang aman dan nyaman.

Kasus kekerasan seksual bisa diibaratkan seperti fenomena gunung es. Hal tersebut dikarenakan masih banyaknya korban yang enggan melaporkan. Terlebih, masih belum adanya regulasi yang mengakomordir hal tersebut. Oleh karena itu, kini gencar gerakan-gerakan mendukung untuk disahkannya Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUUPKS) karena didalamnya memuat aturan dengan mengakomodir 9 bentuk kekerasan seksual. (ofie)

Baca Juga
Penasumatera