Campus Online Talkshow Series : Menciptakan Kampus Yang Aman “ Manipulasi Dalam Relasi”

0 25

Jakarta,Pena Sumatera co.id — Saat ini, dikenal banyak sekali kasus kekerasan gender berbasis online (KGBO) yang umumnya terjadi dalam hubungan atau relasi pacaran. Kekerasan berbasis gender, baik online maupun offline, terjadi pada situasi di mana seseorang sedang exercising mempraktikkan relasi kuasanya. Ketika seseorang berupaya menguasai orang lain, ia akan mengintimidasi orang tersebut. Yang diserang biasanya bukan hanya gender, tapi juga seksualitasnya.

Bias relasi kuasa juga sering dijadikan alat oleh pelaku KBGO dengan memanipulasi consent atau persetujuan dari korbannya, salah satunya dalam hal penyebaran konten intim non-konsensual ini. Mirisnya, para korban kekerasan seksual ini tidak memiliki Undang – Undang atau payung hukum yang dapat melindungi mereka dari kejahatan para pelaku KBGO. Indonesia membutuhkan undang-undang yang berperspektif korban kekerasan seksual dan yang memiliki lingkup lebih luas dalam mendefinisikan kekerasan seksual, dan mengandung aspek-aspek perlindungan dan rehabilitasi korban, serta aspek edukasi masyarakat. Edukasi yang jelas kepada generasi muda juga merupakan hal penting untuk dilakukan, terutama dalam memahami apa saja bentuk – bentuk manipulasi dalam relasi, sehingga kasus kekerasan dalam hubungan pacaran tidak lagi terjadi.

Campus Online Talkshow: Manipulasi dalam Relasi ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat luas khususnya milenial dalam memahami seputar consent dalam relasi dan mengapa itu penting, Ketimpangan posisi (relasi kuasa) dalam relasi seksual yang menyebabkan kekaburan consent (atasan-bawahan, dosen-mahasiswa, orang tua-anak, dsb.), bentuk-bentuk manipulasi (janji nikah, alasan pembuktian rasa sayang, dll.),  akibat yang dirasakan korban manipulasi, serta apa  yang harus dilakukan saat menyadari diri dimanipulasi.

Hadir sebagai narasumber yaitu Ika Putri Dewi M.Psi, Psikolog Yayasan Pulih, Ratu Ommaya, PR & Community Manager The Body Shop® Indonesia, Hannah Al Rashid, Aktris & Activist, Tika Ibsanni, Kabid IMMawati Renaissance 2016/2017 Universitas Muhammadiyah Malang, Andrew, Presiden Mahasiswa KM Universitas Bangka Belitung 2020/2021, Nasya Ayu Dianti, Wakil Direktur Bidang Advokasi – HopeHelps Universitas. Indonesia dan Hera Diani, Managing Director Magdalene.co sebagai Moderator.

Ratu Ommaya – Public Relations and Community Manager The Body Shop® Indonesia mengatakan Campus Online Talkshow ini adalah upaya kami dalam mengedukasi pentingnya isu kekerasan seksual ke generasi muda. Hal ini kami lakukan untuk mencegah maraknya kasus kekerasan seksual di kalangan generasi muda, termasuk Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Acara ini juga merupakan bagian dari rangkaian kampanye Stop Sexual Violence  yang dilakukan The Body Shop® Indonesia bersama Yayasan Pulih, Magdalene dan Makassar International Writers Festival (MIWF). Kami mengambil peran dalam menciptakan Indonesia yang bebas kekerasan seksual. Isu ini perlu terus diperjuangkan oleh berbagai pihak untuk saling berkolaborasi demi tercapainya tujuan kita bersama, yakni pengesahan RUU PKS.

Ika Putri Dewi M.Psi – Psikolog Yayasan Pulih  menyatakan banyak perempuan ketika merasa tidak menginginkan sesuatu, namun tidak mungkin untuk menyampaikan kepada pasangan karena sudah semestinya memenuhi keinginan dan harapannya sebagai bukti rasa sayang kepadanya.  Belum lagi ada anggapan bahwa sebagai perempuan, memang harus menuruti laki-laki, karena laki laki adalah pemimpin.  Seringkali perempuan berada dalam posisi dan situasi demikian, banyak kali timbul rasa tidak nyaman dan kebingungan serta keraguan dalam melakukan hal yang diminta oleh pasangannya terutama dalam sebuah relasi seksual, namun perempuan dikondisikan, dimanipulasi untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan pasangannya semata. Padahal dalam sebuah relasi, yang namanya cinta tidak akan mungkin terasa manipulatif bagi salah satu pihak.

Hannah Al Rashid – Aktris & Activist menyatakan Saya senang banget bisa gabung dalam diskusi acara Campus Online Magdalene “Manipulasi dalam Relasi” karena waktu Saya kuliah, Saya pernah mengalami toxic relationship, hanya pada saat itu, Saya sama sekali tidak sadar akan itu. Seandainya di umur segitu, Saya bisa tahu tentang topic ini, mungkin sSya akan dalam posisi yang lebih kuat untuk keluar dari hubungan yang toxic itu. Mengetahui tentang manipulasi dalam relasi sebagai remaja atau young adult adalah sesuatu yang sangat penting.

Tika Ibsanni Kabid IMMawati Renaissance 2016/2017 Univ. Muhammadiyah Malang mengatakan Kekerasan seksual utamanya di kampus ibarat gunung es. Hanya sedikit yang nampak di permukaan dan berani melapor. Dalam hal ini relasi kuasa menjadi salah satu penyebab utama terjadi nya kekerasan seksual, oleh karena itu kejahatan kemanusiaan ini harus kita lawan bersama.

Andrew – Presiden Mahasiswa KM Universitas Bangka Belitung 2020/2021 mengatakan Campus Online Talkshow ini jadi salah satu wadah kami dalam rangka menciptakan kampus anti kekerasan seksual yang dapat mengancam semua orang. Satu periode ke belakang kami aktif mengampanyekan kehidupan kampus yang ramah terhadap siapapun, baik melalui platform media sosial maupun secara langsung.

Nasya Ayu Dianti – Wakil Direktur Bidang Advokasi – HopeHelps Universitas Indonesia mengatakan  pada kenyataannya, kekerasan seksual bukanlah kasus hitam-putih. Kekerasan seksual merupakan kasus kompleks yang didalamnya sering kali mengandung unsur relasi kuasa. Hubungan yang sehat seharusnya memahami bahwa seluruh pihak yang berpartisipasi memiliki hak yang sama dan tidak memanfaatkan ketimpangan kuasa untuk memanipulasi.(ofie)

 

Baca Juga
Penasumatera