Capaian Ditingkat Nasional Jangan Bangga, Wagub Bengkulu Harus Jadi Motivasi

0 115

BENGKULU, Penasumatera.co.id – Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah melakukan inspeksi mendadak ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Provinsi Bengkulu, pada Selasa (23/11/2021).

Dalam inspeksi, Wagub Bengkulu meminta agar kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Provinsi Bengkulu dapat diminimalisir. Meski angka kasus kekerasan perempuan dan anak di Bengkulu berada di urutan ketiga terendah tingkat nasional, namun upaya untuk menekan kasus tersebut harus tetap dilakukan.

Capaian ditingkat nasional itu dikarenakan kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah kita saat ini tidak sampai 200 kasus. Tapi jangan bangga, itu harus menjadi motivas terus menekan secara maksimal agar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus menurun, begitu disampaikan Wagub.

Menurutnya, DP3APPKB selaku leading sektor harus terus bergerak untuk menekan terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, maka dari itu dirinya selaku Wagub Bengkulu beserta pemerintah Provinsi siap mendorong dengan melakukan optimalisasi, baik dari sisi fasilitas berikut juga anggaran untuk menunjang kinerja DP3APPKB Bengkulu.

“Intinya bagaimana kasus kekerasan itu harus terus ditekan,” tegasnya.

Ia menekankan, ketika kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terjadi, tentu Pemerintah Daerah (Pemda) juga nantinya terdampak. Dalam artian pemerintah Provinsi Bengkulu juga yang malu, kita menilai peran DP3APPKB ini tidak bisa dipandang sebelah mata ingat itu, makanya kedepan harus terus disupport, pungkasnya.

Ditempat terpisah Kadis P3APPKB Provinsi Foritha Ramadhani Wati mengatakan, sejauh ini berbagai upaya terus dilakukan pihaknya dalam menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak, adapun langkah yang dilakukan seperti pendampingan, sosialisasi, pemberdayaan dan lainnya.

Nah sejauh ini kalau melihat dari statistik angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, di daerah kita mengalami penurunan sejak beberapa tahun terakhir. Lanjut, ia menambahkan pada 2017 lalu angka kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 368 kasus, namun ditahun ini turun menjadi 173 kasus. Jika dibandingkan Provinsi lain, Bengkulu merupakan daerah terendah, tutupnya. (**)

Baca Juga
Penasumatera