Densus 88 ‘Gerbek’ Teroris Mariana Jamaah Ashorut Khilafah

0 527

PALEMBANG, penasumatera.co.id – Pengerbekan rumah terduga teroris di kawasan Mariana oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri di back up anggota Jatanras Polda Sumsel, Rabu (18/7) malam, membuat Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara angkat bicara.

“Mereka ini golongan Jamaah Ashorut Khilafah, bukan dari Jamaah Ashorut Daulah. Seperti diketahui yang pernah ditangkap di Sumsel sebelum Jamaah Ashorut Daulah yang berevolusioner, atau lebih giat untuk mendirikan negara khilafah. Pengerbekan ini sendiri menghabiskan waktu empat jam lamanya, dimulai dari pukul 17.00 hingga pukul 20.30 WIB,” papar orang nomor satu di Polda Sumatera Selatan, Kamis (19/7) pagi.

Dikatakan pria berpangkat bintang dua ini, bahwa Jamaah Ashorut Khilafah tidak terlalu profesif. Jaringan ini hanya baiat kepada ISIS. Dari itu, Densus 88 Antiteror mencegah gangguan dari jaringan ini, dengan melakukan pengamanan dan penyelidikan, kalau cukup bukti akan ditingkatkan menjadikan proses penyidikan.

“Jangan sampai jaringan ini mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketertiban masyarakat kota Palembang. Oleh karena itu Tim Densus 88 Antiteror berusaha terus untuk menciptakan suasana aman, apalagi kita tuan rumah Asian Games 2018, selain itu pemilu 2019 sudah didepan mata,” tandas Zulkarnain serius.

Dari dua lokasi pengerbekan yang ada di kota Palembang dan Mariana Banyuasin, anggota menyita pipa paralon dan buku buku tentang jihad.

“Jangan dianggap wilayah kita Sumsel sebagai basis teroris, karena mereka ini hanya bagian dari jaringan Abu Husnah sebagai Amir dari jamaah Ashorut Khilafah yang ada di Solo,” tutupnya.(agustin selfy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.