Didik Regenerasi, Hadirkan Spiderwall Climbing Club

0 20

PALEMBANG, Pena Sumatera co id – Nama Karsono Prasetya yang akrab disapa Akang Karsono ini sudah tak asing lagi didunia Panjat Tebing. Kecintaannya akan olahraga panjat tebing yang sudah digelutinya sejak usia remaja, membuatnya tak bisa jauh-jauh dari dunia yang telah membesarkan namanya.
Usai pensiun menjadi atlit panjat tebing dari tahun 1992 – 1999, Karsono merintis klub panjat tebing yang diberi nama Creep Climbing Club tetapi waktu itu klub tersebut belum begitu fokus ia jalani karena juga fokus di bisnis pembuatan wall dan poin panjat tebing serta pembuat jalur panjat tebing di pulau Jawa.
Pada tahun 2011, karena bosan merantau akhirnya ia memutuskan pulang ke Palembang. Waktu itu awalnya masih fokus di bisnis pembuatan wall juga, tetapi karena orderan tidak begitu banyak akhirnya ia pun memutuskan untuk fokus di klub panjat tebing yang ia beri nama Spiderwall Climbing Club yakni pada tahun 2012.
Pendirian Spiderwall Climbing Club tak lepas dari keresahan Karsono terkait regenerasi atlit panjat tebing di Palembang.
“Tujuannya tentu prestasi. Tapi saya melihat hal lain yang lebih penting yakni soal regenerasi atlit panjat tebing yang masih kurang. Selain itu, hal penting yang ingin saya tanamkan yakni pendidikan karakter pada anak sejak dini. Karena prihatin melihat kondisi anak-anak sekarang yang kecanduan gadget dan bermain games,” ungkapnya.
Diceritakan Karsono, awal pendirian Spiderwall Climbing Club ia harus berkerja keras mencari calon-calon atlit panjat tebing, salah satunya dengan melakukan pendekatan ke anak-anak yang keseharian orang tua nya berdagang dikawasan Sriwijaya Sport Center.
Pada waktu itu hanya ada beberapa anak yang mau ikut, lama-lama satu persatu anak datang ke venue panjat tebing yang awalnya hanya untuk melihat-lihat saja akhirnya tertarik mencoba. Dan alhamdullilah sejak resmi didirikan pada November 2015 jumlah anggota terus bertambah. Dan saat ini setidaknya ada sekitar 40 orang anak yang aktif ikut latihan setiap harinya.
Ditambahkannya, ada tantangan tersendiri dalam melatih anak-anak.Selain itu juga harus sabar, karena mood anak-anak tidak bisa ditebak. Anak-anak dibiarkan enjoy serta mencintai olahraga panjat tebing. “Sejak usia dini anak-anak diajarkan teknik dasar, boulder. Sedangkan lead, lebih ke endurance agar daya tahan anak bagus. Dan ketika anak sudah sedikit besar baru diajarkan olahraga speed. Selain itu anak-anak juga diberikan menu latihan fisik setidaknya seminggu sekali,” ujar lelaki berkulit sawo mateng ini.
Untuk latihan sendiri dibuka 2 sesi yakni pagi pukul 08.00-10.00 Wib dan sore pukul 15.00-17.00 Wib setiap hari Selasa – Minggu. Setiap harinya kita jadwalkan latihannya agar anak-anak latihannya teratur.
Untuk prestasi sendiri, sejak tahun 2017 hingga saat ini banyak prestasi yang sudah diraih atlit Spiderwall Climbing Club diantaranya juara 1 boulder beregu putra porprov 2017, juara 1 boulder mix porprov 2019 di Prabumulih, juara 1 lead U 14 putra Bupati Cup Muara Enim tingkat Provinsi Sunsel 2020. Dan masih banyak lagi prestasi lainnya yang dicapai atlit Spiderwall.
Sementara untuk Popda Mei 2021 mendatang Spiderwall Climbing Club mengirim 12 atlit putra dan putri. Harapanya semua bisa mendapatkan prestasi yang cemerlang.(ofie)

Baca Juga
Penasumatera