Diduga Ada Permainan Blocker Dibalik Naiknya Harga Daging Ayam di Bengkulu

0 72

BENGKULU, Penasumatera.co.id –  Dalam dua bulan terakhir ini, harga telur dan daging ayam di Kota Bengkulu dan Kabupaten mengalami lonjakan yang cukup drastis di pasaran, hampir dua kali lipat. Hal ini membuat para Pedagang, Konsumen serta Pemerintah mulai meradang.

Kepala Dinas Perindistrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu H. Lierwan, SE melalui Erik Rizal Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Kamis (09/08) mengatakan, untuk megatasi lonjakan dipasaran yang begitu meroket, sebelumnya pihak kami bersama Satgas Pangan Polda Bengkulu telah melakukan sidak, kenapa harga komoditi daging ayam dan telur mengalami lonjakan yang drastis.

Erik menjelaskan dari hasil sidak, kami dapat disimpulkan bahwasannya untuk kenaikan daging ayam diduga ada permainan blocker, mereka ini sudah kita mintai keterangan. “Yang jelas harga sekarang mulai mengalami penurunan dari harga sebelumnya, untuk daging ayam dipasaran sekarang menjadi 40 ribu per kilogram (kg), sedangkan untuk ayam hidup broiler dari perusahaan perunggasan dijual seharga 24 ribu, kemungkinan harga sudah turun menjadi 20 ribuan,” Jelas Erik

Lebih lanjut kepada media ini Erik menjelaskan, kenapa harga dipasar sebelumnya melonjak sampai 45-46 ribu per kilogramnya sedangkan dari perusahaan peternakan dijual 24-25 ribu. Hasil sidak, didapatlah yang bermain di lapangan tersebut blocker-blocker, ternyata setiap mereka (blocker) membeli ayam dari perusahaan seharga 24-25 ribu dan setelah sampai di pasar dijual dengan para pedagang seharga 45 sampai 46 ribu per ekor.

“Kita sudah amankan mereka para blocker-blocker nakal ini, alasan dari mereka soal ongkos sana ongkos sini. Karena rantainya terlalu panjang sekarang bagaimana langkah pemerintah harus putuskan rantai itu dan harus segera mengambil tindakan, jangan sampai ada blocker lagi yang mengambil secara langsung ke PT yang bersangkutan”. Pintanya.

Ia melanjutkan, untuk perusahaan-perusahaan perunggasan di Kota Bengkulu yang memasok ayam ini. Kita ada empat perusahaan meliputi CV. Ciomas Adi Satwa, Unggas Jaya, Mitra Ternak Sejahtera (Phokphan) dan PT. Citra Baru, jadi untuk setiap perusahaan mereka ini memiliki 6 sampai 7 blocker untuk memasok ayam kepasaran” Jelasnya.

Disinggung tindakan untuk membuat para blocker ini jera, Erik mengatakan atas ulahnya mereka para blocker bukan di Perindak, blocker ini juga telah dipangil oleh Satgas Pangan Polda Bengkulu untuk dimintai keterangan, setelah blocker dimintai keterangan mereka ini membuat surat perjanjian, nanti buat mereka yang masih membandel akan diberikan warning berupa Surat Peringatan Pertama (SP 1), (SP 2) dan sampai (SP 3) masih juga membandel akan diberikan tindakan tegas bisa jadi dijebloskan ke dalam jeruji besi.

Disisi lain mengenai telur ayam Erik mengatakan kenapa harga perkarpetnya 44 sampai 45 ribu rupiah, memang untuk telur belum terlalu stabil.

“Kenapa harga telur bisa melonjak seperti itu, karena telur tersebut diambil dari Padang (Sumatera Barat) kita di Bengkulu, hanya punya kandang 15 untuk hasil perharinya hanya 20 ikat maksudnya 10 karpet, sedang kebutuhan kita di Bengkulu mencapai kurang lebih 500 ikat. Minimnya produksi ayam petelur di Bengkulu menjadi biang keladi melonjaknya harga telur dipasaran. Untuk memenuhi kebutuhan ini terpaksa para pedagang mengambil telur dari Padang (Sumatera Barat) harga telur perkarpetnya dibandrol seharga 44.500 rupiah, coba bayangkan.” jelasnya.

Ditambahkannya, dari hasil sidak di beberapa penjual telur terbesar di Bengkulu mereka mengambil dari Padang dan menjual seharga 44.500 nah dapat apa mereka. Yang jelas kenapa harga telur naik di Bengkulu, kita juga tidak bisa menyalahkan mereka para pedagang, karna memang biaya mengambil telur ke Padang cukup mahal.

“Kepada pihak Badan Urusan Logistik (BULOG) Bengkulu, seandainya ada apa-apa kan bisa koordinasi untuk mencari solusi bersama, bila perlu kita undang pihak-pihak yang terkait dalam hal ini, jangan baru keadaan seperti ini mulaikesan kesini. Kita ini sudah jauh-jauh hari begerak menaggapi keluhan masyarakat. Seharusnya dengan adanya hal semacam ini, BULOG bisa cepat tanggap untuk menstabilkan harga pasaran, seperti dengan memasok daging ayam beku,” Tambahnya.

Atas hal ini pula, lanjut Erik, kami sangat mengharapkan kepada pemerintahan pusat dapat memperhatikan kami masyarakat di Bengkulu dalam segi pengadaan telur, “seperti dipusat membuat pasar murah Kota Jakarta dengan harga telur 19.500 rupiah, kenapa harus dijakarta, sedangkan kami masyarakat Bengkulu sangat membutuhkan perhatian dan mengharapkan pasar murah tersebut bisa sampai ke Bengkulu,” Tutup Erik. (yapp)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.