Diduga Praktik “Sunat” Uang Insentif BPJS Puskesmas Pedamaran Capai 2 Miliar

- Dilakukan Oleh Kepala Puskesmas -Berlangsung hingga 4 Tahun -Sanksi Telah Dicopot Jabatannya

0 862

KAYUAGUNG, penasumatera.co.id Berbagai cara dilakukan demi mengeruk keuntungan pribadi atau golongan. Sejak tahun 2014 lalu,  meski secara sadar perbuatannya menyalahi aturan bahkan dapat dikenakan sanksi pidana korupsi, akan tetapi seperti tidak berdosa, Kepala Puskesmas (Kapus)  Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berinisial Te tetap saja memotong uang insentif BPJS 86 bidan dan pegawai puskesmas.

Menurut data yang berhasil dikumpulkan, dugaan praktik koruptif yang telah berlangsung hingga 4 tahun ini, uang yang diperkirakan uang yang berhasil diraih mencapai Milyaran Rupiah.

‘’Silakan dikalikan sendiri uang yang disunat untuk puluhan bidan, selama empat tahun itu. Kalau satu orang dipotong Rp 500 ribu saja, dikalikan 85 orang, jumlahnya Rp 42,5 juta perbulan. Kalau dikalikan empat tahun atau 48 bulan, jumlahnya mencapai Rp 2,04 miliar,” tutur Bidan berjilbab ini, sembari mewanti-wanti namanya tidak disebutkan, karena takut disanksi pimpinannya ini.

Meski demikian, atas perbuatan Te, Dinkes hanya mencopot jabatannya sebagai Kepala Puskesmas menjadi Staff Dinkes dengan dalih “Pembinaan”, yang menurut sejumlah pihak, pencopotan jabatan Te justru tidak lebih dari agar permasalahan ini tidak meluas.

Sekretaris Dinkes OKI Iwan Setiawan SKM Mkes, ketika dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu mengaku, dirinya tak menampik, lengsernya pimpinan (Kepala) Puskesmas Pedamaran, lantaran ada laporan dari para bidan di Puskesmas tersebut, diduga terkait pemotongan dana BPJS.

‘’Pimpinan Puskesmas Pedamaran (Te,red) saat ini sudah dipindahkan ke Dinkes OKI sebagai staf, untuk dilakukan pembinaan-pembinaan,” tegas Iwan.

Di sisi lain, terkait adanya dugaan pemotongan itu, Iwan juga merasa bingung. Pasalnya, secara aturan, dana tersebut masuk ke rekening bidan masing-masing.

Terpisah, Plt Kepala Puskesmas Pedamaran Sanul, ketika dikonfirmasi wartawan terkait persoalan tersebut, terkesan menganggap semuanya sepele. ‘’Persoalan ini sudah lama, tak usah dibesar-besarkan,” ungkap Sanul singkat. (Rachmat Sutjipto)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.