Direktur PT SBP Ditetapkan Penyidik Jadi Tersangka

0 243

PALEMBANG, Penasumatera.co.id  – Direktur Utama PT Sumber Beton Pelangi,(SBP) inisial Jm ditetapkan Penyidik unit pidana khusus (pidsus) Satreskrim Polresta Palembang sebagai tersangka sehingga status penyelidikan (lid) ditingkatkan ke tahap penyidikan (dik) kasus dugaan penipuan pemesan beton ready mix yang dialami anggota DPRD Kota Palembang, M Aidil Adhari.

“Betul kita telah naikkan kasusnya dari lid ke dik sekaligus menetapkan Jm, direktur PT SBP sebagai tersangka. Dia juga akhir Agustus lalu telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edo Winara melalui Kanit Pidsus Iptu Harry Dinar Kamis (13/9) siang.

Dijelaskan Hary, Dalam pengusutan kasus ini penyidik setidaknya telah memanggil enam orang saksi.

Kuasa Hukum Tersangka Jm, Adv. Hafis. D. Pankoulus, MH saat dikonfirmasikan status tersangka kliennya mengaku sangat menghormati kewenangan penyidik polresta palembang yang menetapkan klien nya sebagai tersangka, Namun,harus tetap berpegang pada azas hukum Praduga Tak Bersalah karena belum ada putusan pengadilan tingkat terakhir yg berkekuatan hukum tetap dan pasti.

“Masih jauh la itu kan masih berproses tentu ada azas hukum praduga tak bersalah”,ujar Hafiz saat dikonfirmasi via telpon selular, Kamis,(13/09).

Ditambahkannya. Meskipun sudah berstatus tersangka klien kami tetap belum bisa dinyatakan terbukti bersalah, karena status tersangka klien kami masih dalam tahap penyidikan, belum sampai pada tahap penuntutan yang nantinya juga tetap masih akan diuji secara materiel di pengadilan.

“Bisa saja nantinya sangkaan tersebut tidak terbukti dipengadilan dan klien kami dinyatakan tidak terbukti bersalah”,tambahnya.

Sebelumnya.Kasus ini berawal dari laporan M.Aidil Adhari dari Fraksi PDI Perjuangan ke Polresta Palembang atas dugaan penipuan.Aidil mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi sekitar tanggal 3 Oktober dirinya memesan ready mix untuk membangun ruko sebanyak 55 kubik setelah itu bertambah 9 kubik jadi total 64 kubik. Setelah proses pengecoran rampung ditunggu hingga 28 hari dan dirinya terkejut melihat hasil pengecoran tersebut karena ada keretakan dan terdapat tanah didalam ready imix dan hal ini membuat kecurigaan terhadap kualitas ready mix.

“Karena curiga kita bawa sample yang disiapkan SBP ke laborotarium independen”. Kata Aidil sesaat usai membuat laporan.Senin,(06/10).

Setelah dipastikan itu bukan ready mix lanjutnya dirinya menghubungi konraktor untuk diselesaikan secara kekeluargaan tapi tidak ditemukan titik temu sehingga dirinya memutuskan melapor ke Polresta Palembang.

Laporan diterima dengan Nomor Laporan :LPB/2805/XI/2017/SPKT tertanggal 06 November 2017 dengan pelapor M.Aidil Azhari ST warga Jalan Batang Hari Raya Nomor 01 RT 42 Kelurahan Lebung Gajah Kecamatan Sematang Borang sementara terlapor atas nama Jimmi Wijaya warga Jalan SMB II belakang SPBU Alang-Alang Lebar KM 12 Palembang. (hilmy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.