Disdik Gandeng Quipper Untuk Sarana Pembelajaran

0 82

PALEMBANG,  Penasumatera.co.id – Memanfaatkan kemajuan informasi dan teknologi (IT) dalam modul pembelajaran, salah satu upaya untuk mempercepat kualitas pendidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Disdik Sumsel, Widodo setelah memandatangani Memorandum of Understanding (Mou) dengan pihak vendor penyedia aplikasi Quipper sebagai sarana pembelajaran online siswa di aula lantai dua Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 3 Palembang, Jum’at (29/9).

Dikatakannya, kegiatan ini terkoneksi dengan kebijakan percepatan kualitas pendidikan di Sumsel. Diharapkan, setelah menjalin kerjasama ini dapat menjadi revolusi pembelajaran agar pengetahuan yang dimiliki siswa di Sumsel, tidak ketinggalan dari pelajar di seluruh dunia.

“Dengan aplikasi ini, kita bisa mematahkan jauhnya jarak bahkan kalau terkendala masalah alam lainnya seperti banjir. Jadi tinggal mengkoneksikan aplikasi tersebut di gadget ataupun laptop maka siswa tetap bisa belajar dari rumahnya,” jelas Widodo.

Kemudian, lanjutnya, IT adalah model pembelajaran masa depan dimana IT pasti menjadi medium atau sarana yang tak terhindarkan. Oleh karena itu pembelajaran IT, suka tidak suka, mau tidak mau harus dimulai.

“Sumsel siap disitu, kita beruntung pihak Quipper mau membantu hal itu. Dengan kombinasi seperti ini maka akan lebih cepat. Saya berharap sekolah lain juga akan bisa mengadaptasi ini. Sebab dari 2012 lalu, kebanyakan sekolah sudah akrab dengan aplikasi Edmodo. Sehingga target kita tahun depan, semua sekolah negeri siap menjalankan ujian berbasis komputer,” katanya.

Sementara itu, Direktur Quipper Indonesia Yuta Funase menambahkan, untuk jumlah pasti sekolah yang menggunakan aplikasi ini ia tidak bisa menyebutkannya. Pasalnya, kalau ada satu guru dan siswa yang sudah menggunakan aplikasi ini dalam pembelajaran, maka sudah bisa dikatakan sekolah tersebut sudah memakainya.

“Untuk kegiatan ini baru kita fokuskan ke sekolah di Palembang. Namun kalau sudah keluar rekomendasi dari pihak disdik maka akan kita masuki sekolah di daerah lainnya. Sementara kalau seluruh sekolah negeri sudah kita visitasi dan sudah berjalan satu tahun dalam kunjungan dan trainingnya. Dan sebagian besar sekolah swasta juga sudah menggunakannya. Untuk kantor cabang kita punya di 11 kota, namun kalau pengguna aplikasi ini sudah dari Sabang sampai Merauke,” imbuhnya.

Yuta menjelaskan, ada dua layanan dalam aplikasi Quipper tersebut yakni Quipper School yang berguna untuk membantu guru dalam memberikan materi pembelajaran yang tersinkronsasi dengan kurikulum nasional. Jadi guru tinggal memilih materi dan anak hanya mengerjakannya secara online. Sedangkan yang kedua yakni Quipper Video yang menyediakan modul video pembelajaran untuk ujian kelulusan dan masuk perguruan tinggi.

“Kelebihan aplikasi ini salah satunya yakni guru bisa memberikan tugas secara online dan tidak perlu mengkoreksi secara manual, kedua guru bisa meng-upload sendiri materi dan ketiga guru bisa meningkatkan kompetensinya. Namun, sebelumnya guru harus membuat akunnya terlebih dahulu untuk bisa menggunakan aplikasi ini,” terangnya.

Terpisah, Kepala SMAN 3 Palembang, Rusdiana mengaku, kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Disdik Sumsel dan Quipper, sedangkan pihaknya hanya menyediakan tempat. Pesertanya dari SMA dan SMK negeri se-Kota Palembang dengan dua orang perwakilan per sekolah.

“Saya berharap, dengan aplikasi ini dapat meningkatkan kreativitas guru untuk membuat bahan ajar, Sebenarnya kita sudah cukup akrab dengan pembelajaran sistem online ini, dan Quipper sendiri juga sudah ada beberapa guru yang menggunakannya,” pungkasnya (hasan basri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera