Dorong Infrastruktur, Sekretaris Wantimpres Terpukau Dengan Kearifan Lokal Bengkulu

Menpar Arief : Festival Tabut 2018 telah menjadi top 100 kalender of Event Nasional

0 60

BENGKULU, Penasumatera.co.id – Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Julie Trisna Dewani, Rabu (19/09) melakukan kunjungan ke Bumi Raflesia, tujuannya tidak lain ingin melihat secara dekat sisi budaya dan kearifan lokal di Bengkulu.

Disela-sela malam puncak penutupan Festival Tabut di lapangan View Tower, Julie dikonfirmasi mengakui sempat berdiskusi dengan Rohidin Mersyah Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Forkompida, Tokoh adat dan Tokoh masyarakat mengenai Pancasila maksudnya dari sisi budaya dan menggali lebih dalam mengenai kearifan lokal yang dipunyai Bumi Raflesia.

“Kitasangat terpukau dengan Bengkulu, melihat budaya seperti Tabut masih lestari sampai ratusan tahun lamanya dan juga harmoni dan kerukunan di masyarakat mencerminkan sila-sila dari Pancasila,” terangnya.

Dikatakannya, Dari segi keharmonisan masyarakatnya dalam kerukunan dan kekompakan menjaga warisan budaya dengan konsisten, itukan perlu jadi contoh. Yang jelas untuk kunjungan kita pada hari ini di Bumi Raflesia Provinsi Bengkulu, kita fokusnya di Pancasila, mengenai ideologi jadi lebih bagaimana implementasi mengenai Pancasila melalui budaya dan kearifan lokal.

Selama ini, Lanjut Julie, kita selalu bangga dengan gadget dengan budaya asing dari negara mana, sementara kita sendiri kadang-kadang tidak sadar bahwa mempunyai yang jauh lebih dahsyat dibandingkan itu. Dalam malam penutupan Tabut ini
saya sangat bangga dan suka, salah satunya dalam segi artistiknya dan religinya.

“Untuk di Bengkulu, saya berharap untuk kedepannya kearifan lokal di Bengkulu ini dapat terus dipertahankan sampai ke anak cucu dan lebih di promosikan lagi, agar masyarakat di Indonesia lebih banyak yang tahu dan timbul kebanggaan akan budaya sendiri serta tidak terpengaruh dengan kebudayaan asing, ” sampai Julie

Lebih lanjut Julie menyampaikan tim kajian ini bertujuan mengkaji dan menyampaikan hasil kumpulan data base ini kepada anggota Wantimpres. Untuk kedepanya kita mengharapkan terus bertahan dilestarikan dan lebih dipromosikan bahwa Bumi
Raflesia Bengkulu ini memiliki kearifan lokal yang sangat menarik.

Disisi lain ketika disinggung soal infrastruktur di Kabupaten Provinsi Bengkulu yang sangat memperihatinkan, Julie selaku Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mengatakan dari Plt Gubernur telah menyampaikan dan soal infrastruktur di Provinsi Bengkulu juga menjadi perhatian utama.

“Saat pertemuan, soal infrastruktur di Bengkulu ini sempat kita diskusikan dengan Plt Gubernur Bengkulu, jadi kita sepakat untuk bantu mendorong menyampaikannya,” Ungkap Julie.

Sementara Ir. Arief Yahya, M.Sc Menteri Pariwisata disela-sela sambutannya ketika menutup Festival Tabut meyampaikan festival Tabut 2018 Bengkulu telah menjadi tranding topik Nasional.

“Saya bangga kepada anak-anak muda ternyata anak-anak di Bengkulu bisa membuat Event yang menjadi tranding topik Nasional, ia juga mengatakan festival Tabut 2018 telah menjadi top 100 kalender of Event Nasional, melihat penampilan festival Tabut 2018 ini maka untuk tahun 2019 mendatang kita tetapkan bahwa festival Tabut 2019 masuk didalam top 100 tag Even Nasional, sampai Menteri Pariwisata,”” sampainya

Selanjutnya, tentang pengembangan destinasi wisata di Bengkulu, kita sudah beberapa kali berdiskusi dengan Plt Gubernur Bengkulu, dan kita sepakat Bumi Raflesia Bengkulu akan kita jadikan destinasi wisata kelas dunia.

“Itu rumusnya pakai 3A yang pertama aksi kalau menyebut Bengkulu pasti yang teringat nomor satu Raflesia, jadi pantas Bengkulu disebut Bumi Raflesia, untuk Bengkulu saya nyatakan telah memiliki atraksi tingkat dunia,” paparnya

Dilanjutkannya, Kemudian akses, kalau mau menjadi destinasi kelas dunia maka Bengkulu harus memiliki Bandara Internasional

“Ini tantangan buat Rohidin Mersyah Plt Gubernur dan saya salaku Menteri untuk menjadikan Bandara Fatmawati Soekarno menjadi Bandara Internasional,” jelasnya.

Kemudian amenitas (akomodasi), tadi kita sepakat mungkin di tahun 2018 tidak bisa, tapi untuk tahun 2019 yang akan datang kita harapkan Bengkulu mempunyai kawasan ekonomi khusus Pariwisata dan nanti akan kita bangun resort-resort dan hotel kelas dunia, itu untuk pengebangan destinasi.

“Seperti Pantai Panjang, saya sudah janjikan kepada Plt Gubernur bahwa Kementrian Pariwisata (Kemenpar) nanti akan membantu membuat Master Plant untuk Pantai Panjang agar tertata dari awal.” Tutupnya. (yapp)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.