Dosen UBD Ikuti Seminar Daring Prodi Magister dan Doktor Linguistik Terapan UNJ

0 75

Palembang, Pena Sumatera – Dosen Universitas Bina Darma (UBD) Palembang Ferry Kurniawan, M.Pd mengikuti Seminar Daring yang digelar oleh Prodi Magister dan Doktor Linguistik Terapan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu (16/11/2022).

Turut hadir pada seminar daring tersebut, Direktur Pascasarjana UNJ
Prof. Dr. Dedi Purwana, E.S, M.Bus
Koorprodi Doktor Lingusitik Terapan
Prof. Dr. Ninuk Lustyantie, M.Pd
Koorprodi Magister Lingustik Terapan
Dr. Shafruddin Tajuddin, MA

Seminar Daring yang menghadirkan narasumber Koorprodi Doktor LT: Prof. Dr. Ninuk Lustyantie, M.Pd dan para pakar ini mengambil tema tentang “Kolaborasi Literasi Digital Melalui Membaca Nyaring”

Kegiatan ini adalah kolaborasi akademik untuk saling berdiskusi terkait literasi dalam payung akademik linguistik terapan dan mengembangkan ilmu trandisipliner ataupun multidisipliner. Kegiatan ini mengundang praktisi di bidang membaca nyaring yang kemudian dapat dikembangkan melalui studi para mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebur, Wadir 1 Pascasarjana UNJ Prof. Dr. Wardani Rahayu, M.Si mengatakan kegiatan S2 dan S3 LT yang melibatkan praktisi untuk meningkatkan keilmuan dan seminar ini merupakan salah satu IKU (Indikator Kinerja Utama) Perguruan Tinggi yang diminta Dikti.

Selanjutnya, Dr. Sarmadan M.Pd selaku moderator juga turut menyampaikan tentang tiga kata kunci pada pertemuan seminar ini adalah, kolaborasi, literasi digital, dan membaca nyaring.

Kemudian Rosie Setiawan yang juga narasumber yang merupakan Praktisi Membaca Nyaring dan Pendiri Komunitas Read Aloud. Dirinya menyampaikan bahwa sejak 2008, Komunitas Read Aloud berusaha mengubah paradigma dari tidak membacakan menjadi membacakan buku. “Banyak jurnal-jurnal di indonesia memperkenalkan membaca nyaring sebagai salah satu pokok penting untuk anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Pada diskusi tersebut, banyak poin-poin penting yang telah dirangkum dan sejumlah pertanyaan penting dan berikut ini pembahasannya:

Pembahasan:

  1. Perkembangan teknologi membuat kita membuat dapat mengembangkan enam skill di bidang literasi yang salah satunya adalah literasi membaca.
  2. Literasi membaca merupakan keterampilan penting yang harus dikuasai di abad 21. sesuai dengan jargon “membaca adalah jendela dunia” atau “membaca jantung kehidupan” menunjukan bahwa membaca adalah pondasi penting.
  3.  Menurut OECD, literasi membaca sebagai kapasitas siswa untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi. membaca adalah proses. pembaca harus menerjemahkan simbol pada halaman (bacaan) menjadi kata untuk mendapatkan informasi.
  4.  Belajar membaca adalah pelajaran yang kompleks, kenapa membaca menjadi sulit?
    Menurut science of reading Hollis Scarborough, ada delapan unsur dalam membaca.
  5. Membaca bukan keterampilan alami sejak lahir berbeda dengan berbahasa.
    6. Dalam Read aloud (membaca nyaring) harus ada aspek orang dewasa membacakan nyaring, ada buku dan anak yang mendengarkan bacaan.
  6. Tahapan membaca.
    • Tahap membaca dini, baru pertama mengenal buku sehingga ini memerlukan scaffolding untuk mendampingi anak membaca (usia 0-6 tahun).
    • Tahap pembaca awal, b1 (1-2 SD) membutuhkan perancah dan kombinasi bunyi huruf. b2 (3-4 SD) mampu membaca teks berupa kata/frasa dengan kombinasi bunyi huruf, klausa, dan kalimat sederhana
    • Tahap pembaca semenjana adalah tahap yang sudah mampu membaca teks dengan lancar
    • Tahap pembaca madya, dengan kesulitan atau mampu memahami ragam teks
    • Tahap pembaca mahir, analitis dan kritis untuk mensitesiskan.
  7.  Buku cerita bergambar
    Buku cerita bergambar adalah buku yang pertama mudah diikuti dengan melihat gambar. gambar yang bercerita dapat mendorong percakapan dan dapat membuat koneksi. buku bergambar untuk menguatkan visual untuk meningkatkan cerita dan emosi yang membaca.
  8. Alasan Membacakan Nyaring
    Neurologi,
    Membacakan nyaring untuk membangunkan sel-sel otak baru.
    Pedagogik (pendidikan)
    Menambahkan pengetahuan anak dan juga meningkatkan rentang perhatian atau fokus
    Psikologi
    Proses rasa ingin tahu anak, memicu kreativitas dan imajinasi.
    Sosiologi
    Rasa percaya diri
  9. Bonus Membaca Nyaring.
    Terbangun kedekatan dan menumbuhkan keteladanan.
  10. Alasan Membaca Nyaring dikampanyekan
    Belum mampu menemukan informasi tersurat pada teks dan sudah mampu menemukan informasi tersurat tetapi belum pada menafsirkan
  11. Berdasarkan PISA, anak-anak yang berusia 15 tahun yang orang tuanya membacakan cerita mereka akan menjadi pembaca yang lebih baik.
  12. Membaca nyaring berdampak penting untuk pengembangan literasi.(*/fie)
Baca Juga
Penasumatera