Dua DPO, Tujuh Pelaku Termasuk Oknum ASN Ditangkap Reskrimum Polda Bengkulu

0 118

BENGKULU, Penasumatera.co.id – Subdit Harta Benda dan Tanah (Hartabangtah) Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Bengkulu, berhasil mengungkap sindikat mafia tanah dengan modus memanfaatkan lahan perusahaan yang akan habis masa hak guna usahanya.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos dalam press release Selasa (09/11) menuturkan modus ke 7 (tujuh-red) orang pelaku penyerobotan lahan PT. Hasfram ini dengan memanfaatkan HGU perusahaan yang akan habis, mereka menggarap lahan dengan tujuan jika HGU tak diperpanjang mereka mendapatkan lahan tersebut.

Dimana para tersangka ini melakukan penyerobotan lahan PT. Hasfram yang HGU nya sebentar lagi akan habis, dengan tujuan jika Hak Guna Usaha (HGU) tak diperpanjang merekalah yang memiliki lahan tersebut, begitu disampaikan Kabid Humas Polda Bengkulu.

Terpisah Kasubdit Hartabangtah Reskrimum Polda Bengkulu AKBP Edi Sujadmiko menjelaskan lahan yang telah digarap atau dirusak oleh para tersangka ini berjumlah lebih kurang 500 m2, Dan yang mengejutkan dari ke 7 tersangka ini ada yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ke 7 tersangka yakni GS, JN, AD, JA, JL, HI , dan JO, sementara untuk tersangka HI dan JO saat ini masih masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), dari sejumlah pelaku ada keterlibatan di kasus lain sehingga digolongkan dalam sindikat mafia tanah.

Lanjut Kasubdit Hartabangtah Polda Bengkulu, menambahkan hasil pemeriksaan kita dimana dari jumlah lahan yang telah diserobot tersebut ada sebagain lahan yang telah dijual para pelaku, dan saat ini kita masih melakukan pengembangan kasus lebih lanjut, tutupnya. (rls)

Baca Juga
Penasumatera