Dukung Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah, BI Sumsel Gelar Syafari (Syariah Festival Sriwijaya) 2021 

0 55

Palembang, Pena Sumatera co.id — Bank Indonesia (BI) senantiasa mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah untuk memperkuat struktur ekonomi dan pasar keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini diwujudkan antara lain melalui peran BI dalam penyelenggaraan kegiatan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) sebagai salah satu rangkaian kegiatan menuju Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF), sebuah event ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia. Sejak tahun 2017, BI telah melaksanakan kegiatan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di 3 (tiga) regional yaitu Regional Sumatera, Regional Jawa, dan Regional Kawasan Timur Indonesia.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan FESyar Regional Sumatera tahun 2021 yang akan dilaksanakan di Kota Pekanbaru, Riau, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan akan melaksanakan kegiatan Road To Fesyar Sumatera 2021 yang diberi nama Syariah Festival Sriwijaya (SYAFARI) 2021. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 22-23 Juli 2021 dengan berbagai rangkaian acara seperti berbagai webinar dan talkshow serta lomba-lomba bernuansa islami dengan tujuan utama untuk syiar ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat dan juga pelaku usaha.

Rangkaian kegiatan SYAFARI 2021 dibuka langsung oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Bapak H. Herman Deru, S.H., MM. Dalam sambutannya Gubernur Sumatera Selatan mengapresiasi Bank Indonesia dengan perannya  sebagai Akselerator, Inisiator, dan Regulator dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Memperhatikan posisi Indonesia yang masih berada di urutan ke 4 indikator ekonomi islam terbaik dunia. Bapak Gubernur menekankan pentingnya meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Sumatera Selatan, sehingga Indonesia bisa naik ke peringkat yang lebih tinggi, mengingat Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia. Bapak Gubernur juga menyampaikan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah bukan hanya terbatas pada makanan halal tetapi juga dapat dikembangkan ke sektor produktif lainnya seperti industri pertanian, peternakan dan perkebunan serta wisata. Gubernur menekankan perlunya peran aktf dari Pemerintah Daerah untuk mempermudah pelaksanaan sertifikasi halal kepada UMKM.

Acara pembukaan SYAFARI 2021 dilaksanakan secara hybrid (offline terbatas dan online) yang dihadiri oleh Komisi XI DPR RI, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara selaku Koordinator Bank Indonesia Wilayah Sumatera, OJK Regional VII Sumbagsel, Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel, Ketua Dekranasda Provinsi Sumsel, Alim ulama (MUI, Pesantren, NU, Muhammadiyah),[DRS1]  Para Pimpinan Penggerak Ekonomi Syariah di Wiayah Sumsel (ISEI, MES, IAEI), para akademisi, pimpinan perbankan se-Sumatera Selatan, pelaku usaha dan penggiat UMKM.
Mempertimbangkan kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sumatera Selatan dan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, seluruh rangkaian kegiatan SYAFARI 2021 yang mencakup webinar dan talkshow dilaksanakan secara virtual.

Pada pembukaan Kegiatan SYAFARI 2021 juga telah dilakukan penyerahan secara simbolis Buku Syiar Ekonomi dan Keuangan Syariah, penyerahan sertifikasi halal kepada perwakilan UMKM di Kota Palembang, penandatanganan MoU Gerakan Wakaf Produktif untuk mendukung gerakan Sumatera Berwakaf yang menjadi salah satu tema FESYAR Sumatera 2021, serta penandatanganan Business Matching kerjasama antara UMKM Kulaku dan Ponpes mitra KPwBI Provinsi Sumatera Selatan yaitu Ponpes Sabilul Hasanah.

Selain itu juga akan dilaksanakan Syariah Forum dan Syariah Fair yang berisi rangkaian webinar dan talkshow dengan berbagai topik yang sangat relevan dengan upaya pengembangan ekonomi syariah di Sumatera Selatan antara lain:

1.        Talkshow “Mengelola Bisnis Fashion Hijab di Era Pandemi dan Tutorial Tetap Cantik Tetap Syar’i”

Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 22 Juli 2021 pukul 13.00-14.30 WIB dengan narasumber     Dhini Aminarti (Brand Ambassador Wardah) dan Ivanka Fasha Salsabilla (Beauty enthusiast).

2.    Webinar “Strategi Pengembangan Muslim Friendly Tourism di Sumatera Selatan”

Webinar akan diselenggarakan pada Kamis, 22 Juli 2021 pada pukul 15.30 – 17.05 dengan narasumber Shaza Belladona (Muslim Traveller), Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Pengelola Wisata Al-quran Al-Akbar, dan penanggap Dinas Pariwisata Kota Palembang.

3.    Webinar “Pengembangan Ekonomi Syariah melalui Wakaf Produktif”.
Kegiatan ini akan diselenggarakan pada Jumat, 23 Juli 2021 pukul 08.30 – 11.00 dengan tujuan untuk mendukung pengembangan Ekonomi Syariah melalui wakaf produktif. Narasumber dalam kegiatan antara lain Untung Nugroho – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumbagsel; Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang; Dedy Suryadi Dharmawan – Regional CEO Bank Syariah Indonesia Region III Palembang; Achmad Syamsudin – Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah dan Muhammad Irfan Sukarna – Ekonomi Ahli [DRS2] Departemen  Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia.

4.    Webinar “Business Coaching Mengelola Bisnis Syariah dari Nol”

Kegiatan business coaching akan dilaksanakan pada Jumat, 23 Juli 2021 pukul 14.00 -16.00 WIB. Narasumber dalam kegiatan antara lain Jenahara Nasution (Pelaku usaha syariah nasional), Mustofa Patapa (UMKM Kulaku Indonesia) serta Ibu Kartini Eka Sary (UMKM Pempek Syamil).

Tidak hanya rangkaian webinar dan talkshow, dalam pelaksanaan SYAFARI 2021 juga diadakan rangkaian lomba bernuansa islami seperti Lomba Tari Kesenian Islami, Lomba Nasyid, dan Lomba Wirausaha Muda Syariah. Juara pertama dari lomba di SYAFARI 2021 akan menjadi wakil dari Sumatera Selatan untuk mengikuti perlombaan dalam FESyar Regional Sumatera pada bulan Agustus 2021 di Pekanbaru, Riau.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan mengajak seluruh masyarakat dimanapun berada untuk mengikuti kegiatan SYAFARI 2021 ini secara virtual, melalui zoom meeting dengan ID  849 1661 1697, dengan password rtf2021. Kegiatan juga dapat disaksikan secara live melalui youtube channel Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan.

Sebagai tambahan informasi, pada bulan Juni 2021, total pembiayaan syariah di Provinsi Sumatera Selatan memiliki pangsa 8,48% atau senilai Rp10,60 triliun dibandingkan dengan total pembiayaan dari perbankan yang mencapai Rp125,16 triliun. Pangsa pembiayaan syariah tersebut mengalami kenaikan dari bulan Juni 2020 yang tercatat sebesar 7,80%.
Sementara itu, total aset perbankan syariah pada bulan Juni 2021 memiliki pangsa sebesar 8,89% atau senilai Rp8,22 triliun dibandingkan dengan total aset perbankan di Sumatera Selatan sebesar Rp92,51 triliun. Total aset perbankan syariah tersebut meningkat dibandingkan Juni 2020, yang tercatat sebesar 8,04% dibandingkan dengan total aset perbankan. Aset perbankan syariah pada Juni 2021 secara komposisi terdiri atas tabungan sebesar Rp3,95 triliun, deposito Rp3,7 triliun dan giro sebesar Rp568 miliar.
Ke depan, untuk meningkatkan peran dan kontribusi ekonomi dan keuangan syariah secara nasional dan global, diperlukan peran aktif semua pihak, baik pembuat kebijakan, pelaku ekonomi maupun dunia pendidikan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan telah melaksanakan beberapa program kerja untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah antara lain a) pengembangan kemandirian ekonomi pondok pesantren melalui peningkatan kapasitas unit usaha Pondok Pesantren, yang diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan budidaya sayuran hidroponik, budidaya ikan, dan usaha air minum dalam kemasan, b) peningkatan kapasitas dan kualitas UMKM Syariah melalui program Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA), c) Program fasilitasi sertifikasi halal UMKM dalam rangka menciptakan rantai pasok halal, dan d) menyelenggarakan Kegiatan edukasi untuk meningkatkan literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam berbagai forum, termasuk bersama Da’I Provinsi Sumatera Selatan, dan e) penyusunan Buku Tausiyah Ekonomi dan Keuangan Syariah. Buku ini menyediakan materi muamalah yang dapat menjadi referensi bagi para penceramah untuk melengkapi materi-materi fiqih yang sudah rutin disampaikan. Selain itu,  Bank Indonesia juga memfasilitasi UMKM Syariah untuk mengembangkan digitalisasi ekonomi syariah yaitu pemanfaatan pembayaran non tunai melalui platform Quick Response Indonesian Standard (QRIS) dalam rangka mempermudah transaksi pembayaran.(fie)

 

Baca Juga
Penasumatera