Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Mantan Dirut BPR Sumsel Berlanjut

Terdakwa Ajukan Penangguhan Penahanan, karena Sakit

0 109

PALEMBANG, Penasumatera.co.id

Terdakwa Nazirwan Delamat (58) mantan Direktur Utama (Dirut) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumatera Selatan yang tersandung kasus dugaaan telah menerapkan prinsip-prinsip ketidak hati-hatian dalam proses pengajuan pinjaman kredit pada 21 kreditur senilai lebih dari Rp50 Milia, tertunduk lesu. Setelah mendengar Majelis Hakim Pengadilan Negeri  (PN) Klas 1A Khusus Palembang yang diketuai Erma Suharti SH MH, Selasa (17/9) menolak (tidak dapat menerima) Nota Keberatan/ Eksepsi Terdakwa melalui Penasehat Hukumnya Suwito Winoto SH yang disampaikan pada persidangan sebelumnya.

 

Dalam putusan sela tersebut, hakim berpendapat bahwa dakwaan yang telah diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indah  Kumala Dewi SH, telah benar adanya yang berkekuatan hukum serta didasari juga dengan bukti-bukti yang menetapkan, menjadikan terdakwa. Tetap harus melanjutkan pemeriksaan terhadap terdakwa Nazirwan serta menolak eksepsi yang telah diajukan terdakwa melalui kuasa hukumnya.

“Dengan putusan sela yang telah dibacakan tersebut majelis berpendapat bahwa menolak eksepsi dari kuasa hukum terdakwa serta memerintahkan JPU untuk melanjutkan pemeriksaan terhadap terdakwa Nazirwan” tegas Hakim Erma.

Dengan demikian agenda sidang dilanjukan dengan pemeriksaan saksi-saksi dari JPU sebanyak 18 saksi pada persidangan mingu depan (Selasa, 24 September 2019) pukul 10.00 WIB.

Atas putusan Majelis Hakim tersebut, penasihat hukum terdakwa menerima dan akan mempersiapkan saksi-saksi yang meringankan terdakwa di persidangan yang akan datang.

“ Kita akan buktikan pada persidangan yang akan datang, dengan menghadirkan saksi-saksi meringankan terdakwa dan akan menghadirkan Saksi Ahli juga,” kata Suwito.

Diakhir putusan sela, penasihat hukum terdakwa Suwito Winoto SH mengajukan Izin Berobat kepada Majelis Hakim. Terkait permohonan tersebut, majelis Hakim akan bermusyawah dahulu atas permohonan izin berobat dari terdakwa/ penasihat hukum.

Sementara itu ditemui usai sidang, penasehat hukum terdakwa Suwito Winoto SH membenarkan gangguan kesehatan yang dialami oleh kliennya, namun masih tetap hadir di persidangan hari ini, sehingga terdakwa melalui kuasa hukumnya meminta izin kepada majelis hakim melakukan penangguhan penahan sementara untuk berobat.

“Ya tadi kondisi kesehatan klien kami sedikit terganggu, oleh sebab itu usai sidang pembacaan sela, kami selaku tim kuasa hukum terdakwa mengajukan izin penangguhan agar terdakwa bisa berobat besok yang seharusnya hari ini sudah disuruh kedokter mengingat klien kami harus dioperasi dan diopname ke RS,” terang Suwito. (Agustin Selfi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera