Fishstock.id, Software Berbasis Web: Cara Mudah Estimasi Status Stok Ikan

##Inovasi Baru Ilmu Kelautan FMIPA Unsri

0 96
Palembang, Pena Sumatera.Co.id —  Untuk mempermudah Pemerintah menghitung jumlah stok ikan yang ada di Sumatera Selatan dengan jangka waktu beberapa tahun ke belakang dan juga ke depannya,  Laboratorium Eksplorasi Sumberdaya Hayati dan Akustik Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya melaunching software berbasis web “fishstock.id”, di Hotel Grand Duta Syariah Palembang, pada Rabu (28/8/2019).
Tujuan dihadirkannya software berbasis web ini selain membantu dalam mempercepat pekerjaan, juga untuk mengetahui status stok ikan yang tersedia beserta rekomendasinya. Selain software, dihadirkan buku “stock assessment”.
Dr Fauziyah SPi Ketua Pelaksana Workshop Pengkajian Stok Ikan sekaligus Ketua Peneliti yang mendapat hibah dari Skema Kompetitif Nasional dibawah  Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek  Dikti) bidang Kemaritiman menjelaskan bahwa  software yang telah dirancang  menggunakan pendekatan model surplus produksi memang sangat besar manfaatnya.  Software ini akan memilih model terbaik dari 7 jenis  model surplus produksi yang digunakan untuk menentukan status stok ikan di suatu perairan.
Diakuinya, selama ini untuk menghitung stok ikan dilakukan secara manual  tentu membutuhkan waktu yang panjang dan perhitungan yang komplek.
“Software yang baru kita luncurkan ini bermanfaat dan berguna bagi pemerintahan, akademisi, serta pihak pihak terkait yang membutuhkannya. Saat ini karena dalam rangka hak cipta, penggunaan software tersebut masih gratis,”kata Fauziyah disela-sela Workshop Pengkajian stok ikan, di Hotel Grand Duta Syariah, kemarin.
Masih kata Fauziyah, software ini tidak hanya untuk menghitung stok ikan tetapi termasuk juga stok udang, kerang dan cumi dan biota lainnya.
Diharapkan dengan adanya software ini, status stok ikan dapat diketahui dan dapat digunakan oleh pemerintah sebagai baseline data untuk menentukan rencana pengelolaan sumberdaya ikan secara berkelanjutan. Tak hanya itu saja lewat penggunaan software ini bisa melihat stok ikan secara berkala.
“Dengan mengetahui stok ikan dan rekomendasinya, Dalam hal ini tentu Pihak pemerintah dapat dengan mudah mendapatkan informasi ilmiah tentang pilihan-pilihan strategi kebijakan untuk mengelola sumberdaya ikan secara keberlanjutan. Misalnya, ketika stok sudah overfishing  software akan merekomendasikan kebijakan pengurangan upaya penangkapan seperti pelarangan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, mengembangkan alat tangkap yang ramah lingkungan, menentukan jumlah unit penangkapan yang optimal di suatu perairan,  pembatasan waktu penangkapan, penutupan daerah penangkapan pada lokasi tertentu dan sebagainya. Namun pilihan-pilihan kebijakan tersebut perlu mempertimbangan faktor sosial masyarakat nelayan sebelum diterapkan. Hal ini penting karena rekomendasi kebijakan yang disajikan dalam software ini hanya berdasarkan pertimbangan aspek keberanjutan sumberdaya ikan, dan belum mempertimbangkan aspek sosial budaya masyarakat nelayan” katanya lagi.
Saat ini seperti diketahui, kegiatan perikanan tangkap di Sumatera Selatan berada di Kabupaten Banyuasin dan OKI. Oleh karena itu pengelolaan sumberdaya laut secara berkelanjutan di lokasi tersebut sangat penting bagi stakeholder terkait di Sumatera Selatan. Kerjasam lintas platform menjadi kata kunci dalam pengelolaan stok ikan secara berkelanjutan
Sementara pada kesempatan ini, kegiatan workshop juga bertujuan untuk menjembatani koordinasi lintas parform antara Pemerintah, Akademisi,  Peneliti, dan Praktisi. Workshop ini diikuti oleh perwakilan dinas yang membawahi bidang Perikanan dan Kelautan se Sumsel, akademisi, Peneliti dan praktisi.
Acara ini dibuka oleh Ibu Vivin Indira Sari ST. MT. sebagai perwakilan pemerintah daerah Propinsi Sumsel dari Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dr. Hermansyah M.Sc selaku perwakilan dari FMIPA Universitas Sriwijaya. Hadir sebagai pembicara Prof. Agus Joko Utomo  sebagai peneliti dari Balai Riset Perikanan  Perairan Umum dan Penyuluh Perikanan-Kementerian Kelautan dan Perikanan (BRPPUPP KKP),  Dr. Luki Adrianto sebagai akademisi dari ketua Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia sekaligus Dekan FPIK IPB dan Suroharjo, S.Sos, M.Si sebagai perwakilan pemerintah daerah  dari Dinas Perikanan Kabupaten Banyuasin. (Ofie)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera