Gubernur Ajak Walikota, Bupati dan Dinas Upayakan Kesejahteraan Guru di Sumsel

0 81

PALEMBANG, Penasumatera.co.id – Pelaksanaan acara puncak di Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI) Ke-73 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2018, Selasa (27/11/2018) di Palembang Sport dan Convention Center (PSCC) di jalan Kampus POM IX ini berlangsung meriah dan khitmat.

Acara ini yang dihadiri oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru,  Sekjen PB PGRI, Kodrat Nugraha, Kepala Dinas Pendidikan Widodo, Ketua PGRI Sumsel Ahmad Zulinto, Ketua PGRI Kota Palembang Hasanuddin, para pejabat Setda Pemprov Sumsel, para pejabat Setda Pemkot Palembang dan guru se-sumsel serta para tamu undangan.

Selain peringatan HUT PGRI dan HGN, dalam acara tersebut dilakukan juga Launching buku biografi tokoh Pendidik Sumsel Drs Aidil Fitri Syah (alm). Penyerahan penghargaan tanda Kehormatan Alm Hamzah (Orang tua Gubernur Sumsel Herman Deru) yang berjasa membangun pendidikan di Sumsel, MoU Gubernur Sumsel dengan PTN dan PTS dalam peningkatan Mutu Pendidikan dan Kompetensi guru di Sumsel, pemberian penghargaan untuk guru-guru berprestasi di tempat tugas terpencil serta pemberian penghargaan kepada tokoh organisasi dan pendidik di Sumsel. .

Dalam acara tersebut juga, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru secara spontan dirinya mengajak seluruh guru yang datang ke acara tersebut untuk menyanyikan lagu Hymne Guru bersama-sama. Saat lantunan lagu yang menggambarkan pujian pada pahlawan tanpa tanda jasa tersebut berkumandang, sontak rasa haru menyelimuti se isi ruangan.

Usai lagu dinyanyikan, Deru tak dapat membendung air matanya karena haru, lantas meminta tisu pada ajudannya, guna menyeka air mata yang jatuh di pipinya. “Jujur pada hari ini saya begitu terharu. Terima kasih pada seluruh guru atas jasa kalian yang sudah mengajari dan mencerdaskan kami dan menjadikan wilayah Sumsel menjadi wilayah terpandang di segala bidang,”ujar Deru mengawali kata sambutannya yang disambut tepuk tangan seisi ruangan.

Deru mengatakan akan berupaya memperjuangkan kesejahteraan para guru honor yang ada di wilayah Sumsel.”Diantaranya perbaikan layanan sertifikasi guru-guru honor. Sesegera mungkin akan kita ajak para bupati, walikota dan Dinas terkait untuk mengupayakan hal terbaik guna kesejahteraan guru honor,” ucapnya.

Lanjutnya, presiden RI telah memberikan pesan pada Kemendikbud agar memberikan kesejahteraan hidup bagi para honor. Salah satunya dengan merancang kebijakan gaji honor yang akan disetarakan dengan UMR, yakni dikisaran Rp.2,5 juta “Selama ini gaji guru hanya berkisar Rp.300 hingga Rp.500 ribu perbulan. Maka dari itu saya sangat mendukung rencan kebijakan gaji guru honor setara UMR. Semoga itu bisa diterapkan sesegera mungkin di tahun 2019,”kata Deru yang kembali disambut iringan tepuk tangan dari seisi ruangan.

Terkait problema banyaknya guru honor peserta CPNS yang tidak bisa mencapai Passing Grade saat tes SKD, Gubernur Sumsel berharap agar pemerintah melimpahkan kembali wewenang perekrutan CPNS ke daerah masing-masing. “Maka dari itu, kita berharap agar pemerintah pusat melimpahkan kembali wewenang untuk perekrutan cpns karena pemerintah daerah yang lebih tahu tentang kebutuhan dari guru itu sendiri,”tukasnya.

Ditempat yang sama,  Ketua PGRI Sumsel Ahmad Zulinto mengatakan di usia PGRI yang ke 73 ini diakuinya sudah banyak kiprah PGRI membangun dunia pendidikan. ” Di HGN ini saya mengajak para aguru meningkatkan kualitas pendidika, kualitas keprofesionalan dalam mengajar agar anak-anak kita mendapatkan pengetahuan keterampilan dan katakter yang baik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zulinto juga mengatakan agar Pemerintah Provinsi Sumsel mendukung sertifikasi guru honor yang puluhan tahun mengabdi dan belum diangkat PNS. “Guru honor, gajinya 200-300 ribu tapi pengabdian mereka sangat luar biasa, diharapkan uluran tangan Pemprov dan Pemkot mohon disejahterahkan. Sehingga tetap eksis dan tetap solid dalam melaksanakan tugas sebagai guru,”terangnya.

Sementara Itu, Sekjen PB PGRI, Kodrat Nugraha dalam sambutannya menitipkan pesan singkat. Dia meminta para guru untuk dispilin melaksanakan 4C dalam kegiatan belajar dan mengajar demi menciptakan perubahan. “Saya titip 4 C ini pada para guru, agar dala. mengajar menerapka 4 C diantaranya colaboratic dan creatif,” jelas Kodrat.. (hasan basri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.