Gubernur Beri Nama Tuna Bengkulu, KP Siap Jajal Perairan

0 126

BENGKULU, Penasumatera.co.id – Di akhir bulan November 2018 ini, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, kedatangan 1 unit Kapal Pengawas (KP) super canggih.

Ivan Syamsurizal, Plt. Kepala Dinas DKP Provinsi Bengkulu, disela-sela uji perdana KP di pelabuhan Pulau Baai Bengkulu mengatakan untuk KP ini berukuran 16 meter, kalau di Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kapal Pengawas ini kategorinya jenis Albakora.

“Adapun kapasitas untuk penumpang berjumlah 16 orang termasuk 5 orang Crew,” jelas Ivan.

Lebih lanjut ia menjelaskan kemampuan Tuna Bengkulu, bisa dikatakan tercepat, kecepatan mencapai 270 knot. Misal, untuk menempuh pulau terluar Enggano kapal ini bisa menempuh dengan waktu cukup singkat yaitu 3 sampai 4 Jam saja, dibandingkan dengan Kapal feri Pulo Tello membutuhkan waktu tempuh antara 10 sampai
12 jam.

Walaupun ukurannya kecil, lanjut Ivan, ia tergolong cepat tidak kalah dengan kapal lain, kemudian secara teknis kapal ini berbahan fiber, menginggat di Bengkulu relatif ombaknya tinggi jadi fiber ini lebih tahan daya fisiknya dibandingkan besi dan alumunium, kalau ombaknya besar airnya naik itu cepat berkarat, selain itu Tuna Bengkulu juga di lengkapi dengan GPS dan peralatan canggih lainya.

“Nama Tuna Bengkulu, sesuai dengan perintah dan arahan pak Gubernur, ” Ujar Ivan, Jum’at (30/11).

Yang jelas, lanjunya, Kapal Tuna Bengkulu ini baru, untuk proses pengadaan tahun 2018 berasal dari Dana
Alokasi Khusus (DAK) yang dikelola oleh Pemprov, rencananya akan beroperasi mulai Minggu depan.

Nanti untuk jangkauan pengawasan kita mencakup perairan Bengkulu, mulai dari dalam Kota Bengkulu dan Kabupaten diantaranya Kabupaten Bengkulu Utara, Mukomuko dan Kabupaten Kaur, sesekali kita akan ke pulau Enggano.

Pada intinya Tuna Bengkulu ini hadir untuk menjaga sumber daya kelautan di Provinsi Bengkulu, khusus wilayah 12 mil, Ivan juga menuturkan melalui Undang-Undang 23 Pemerintah Provinsi berkewajiban menjaga laut pengelolaan sumberdaya kelautan di wilayah 12 mil.

Termasuk pengurangan illegal fishing contohnya menggunakan alat-alat tangkap yang dilarang atau pencurian ikan yang berasal dari luar negara kita masuk. Nanti untuk pemanfaatanya tidak bisa DKP turun sendiri, jelas kita akan berdampingan dengan angkatan laut dan Kepolisian.

“Dengan penambahan armada ini tentu jangkauan pengawasan kita semakin luas, sebelumnya ada dua kapal dari Polairud dan TNI AL sekarang ada tambahan satu armada lagi, karena untuk jangkauan laut kita luasnya 524 Km mudah-mudahan dengan penambahan ini bisa lebih efektif lagi,” Terang Ivan.

Turut hadir dalam uji coba perdana Tuna Bengkulu, Ariawan Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Bengkulu, Jon Astaman Kepala PSDKP Bengkulu beserta puluhan Staf dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu. (yapp)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.