Gubernur Sumsel Minta Maaf atas Tindakan Arogansi Pengawal Pribadinya

0 1.070

PALEMBANG, Penasumatera.co.id – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru (HD) sampaikan permohonan maaf secara resmi atas tindakan arogansi pengawal pribadi (Walpri) terkait kejadian yang dialami jurnalis Detikcom Raja Adil Siregar.

Pernyataan maaf ini disampaikan langsung oleh Gubernur Sumsel di depan puluhan wartawan yang melakukan aksi di halaman kantor pemerintah Provinsi Sumsel.

“Saya secara pribadi sangat menyesalkan apa yang terjadi dengan Raja adil siregar dan membuat secara pribadi marah besar dan meminta maaf atas insiden tersebut,” tutur HD didampingi oleh Sekretaris daerah beserta seluruh jajaran Pemprov Sumsel dan staf ahli bidang media, Selasa (13/11)

Ditambahkannya, Sebenarnya insiden ini terjadi bermula keadaan yang kurang kondusif pada saat kegiatan tersebut, Raja sebagai wartawan sedang menjalankan tugasnya namun di sisi lain pengawal pribadi juga harus menjalankan tugasnya mengamankan Gubernur.

“Paling pantas disampaikan terima kasih, kejadian yang terjadi sangat menyentuh secara personal dan salah satu yang berperan dalam proses politik adalah wartawan, sehingga saya menjadi gubernur, yang telah memberitakan saya yang baik baik sehingga saya dilihat oleh masyarakat, Ini sangat saya sesalkan tentang kejadian itu, diharapkan kedepannya tidak terjadi lagi, nanti akan waktu khusus silahturahmi antara pemprov dan wartawan demi menjaga silahturahmi yang berkesinambungan”, jelas HD

Ketua IWO Sumsel Sonny Kushardian mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumsel memenuhi beberapa permintaan dari para wartawan

“kami meminta Evaluasi kerja pengawalan protokoler, Kita sangat apresiasi permintaan maaf gubernur yang mau duduk dengan wartawan dan menganggap wartawan adalah keluarga, kedepan kita ingin pak HD dapat kembali dekat dengan media,” pungkasnya

Sementara itu, Raja Adil Siregar Wartawan DetikCom mengharapkan Kejadian ini Menjadi pelajaran , kedepan tidak terulang lagi

“Tidak terulang kembali, pak gub berjanji tidak akan mengulangi kembali termasuk protap pengawal, mereka bersedia dengan permintaan maaf itu berarti mereka mengakui kesalahannya,” ucapnya (Irfan)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.