Hadiri Halal Bihalal KBS di Medan, Herman Deru Promosi Kejuaraan Dunia Motocross Grand Prix (MXGP) of Indonesia 2019 

0 43

MEDAN, Penasumatera.co.id – Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia  menghadiri Silahturahmi  dan Halal Bihalal  dengan Keluarga Besar Sriwijaya (KBS) yang tergabung dalam  Yayasan Sriwijaya Sumatera Utara sekaligus melantik dan mengukuhkann Agus Sugianto sebagai ketua Kepengurusan Yayasan Sriwijaya Sumatera Utara Periode 2018 – 2023 yang di selenggarakan di Gedung Balai Prajurit Kodam 1 BB Jalan Gatot Subroto KM. 7.5 Medan, Sabtu (22/6).

Dalam sabutannya Gubernur menegaskan, Sumatera Selatan mempunyai wilayah yang luas  17 Kabupaten/kota  dengan populasi masyarakat yang terus bertambah dari waktu kewaktu.

Kondisi ini memungkinkan  banyaknya warga Sumsel yang merantau keluar daerah dengan berbagai alasan baik itu dalan urusan ekonomi, pekerjaan atau pengembangan bakat dan karier yang pada akhirnya tinggal menetap ditanah rantauan. Seperti halnya keluarga besar Sriwijaya yang tergabung dalam  Yayasan Sriwijaya Sumatera Utara yang beranggotakan bukan saja warga Sumsel melainkan juga  perantau dari Provinsi Jambi, Lampung, Bengkulu dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Saya bangga, warga Sumsel disini rata-rata  sudah sukses. Ada yang berpangkat  Jenderal TNI, Jenderal Polisi, Kepala PLN, BUMN serta menjadi pengusaha sukses. Kami selalu mendoakan  semua warga yang ada di perantauan ini dalam kondisi baik meskipun jauh dari kampung halaman,” ungkapnya.

Dihadapan para perantau yang tergabung dalam keluarga besar Sriwijaya  di Sumatera Utara tersebut, Gubernur juga  mempromosikan gelaran Kejuaraan Dunia Motocross Grand Prix (MXGP) of Indonesia 2019 yang rencananya digelar di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang 6-7 Juli mendatang. Untuk itu dia mengajak seluruh warga dirantauan turut mensukseskan acara tersebut.

“Dalam waktu dekat Sumsel kembali menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Motocross Grand Prix (MXGP). Saya mengajak seluruh warga Sumsel termasuk yang ada diperantauan untuk terlibat dalam mensukseskanya. Caraya ayo kita ramaikan dengan cara menonton dengan datang langsung ke Palembang,” tambahnya.

Lebih lanjut Herman Deru mengucapkan terima kasih atas peran serta warga Sumsel yang ada di Sumatera Utara yang telah menjaga nama baik Sumsel sehingga Sumsel bisa terkenal hingga luar daerah.

“Sumsel itu besar dengan berbagai suku dan adat istiadatnya. Namun perbedaan tidak menjadi konflik. Setidaknya ada 9 bahasa daerah di Sumsel dengan karakter dan watak yang berbeda pula. Namun tetap rukun. Nah inilah kelebihan kita orang Sumatera Selatan,” tambah Guberbur.

Herman Deru juga meminta agar warga Sumsel di perantuan tidak melupakan asal usul. Adat istiadat daerah asal masing-masing. Tetap menjaga serta mempertahankan adat budaya bahasa serta jangan melupakan kampung halaman. Selain itu dia minta agar menjaga nama baik daerah membaur dengan warga pribumi dengan tetap menghormati adat dan budaya di tanah rantuan atau dengan istilah dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung.

Dalam kesempatan tersebut Herman Deru juga mengusulkan agar anggota yayasan khususnya dari Sumatera Selatan untuk mengadakan acara “Balek Kampung Samo Samo”, minimal dalam setahun satu kali.

” Di Palembang ado Wisma Atlet yang menyiapkan ribuan kamar yang dapat digunakan,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pembina Yayasan Sriwijaya Sumatera Utara Dr. H.M Fauzie Sahil.SPOG dalam kata sambutan mengucapkan terimakasihnya  kepada Gubernur Sumatera Selatan yang sudah menyempatkan hadir  dalam acara tersebut, meskipun terlambat ia juga mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin kepada hadirin yang datang.

“Terimakasih  pak Gubernur sudah hadir, kami sangat senang sudah dikunjungi. Semoga dengan ini kita yang berada di Sumatera Utara, khususnya di Medan selalu merasa rindu dengan  Sumsel tempat kelahiran kita,” ujarnya. (el/Rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera