Hari Pertama Sekolah, Orang Tua Ikut Belajar

0 17

PALEMBANG, Penasumatera.co.id – Pemandangan unik di hari pertama masuk sekolah, terlihat di SDN 58 Palembang dengan memakai seragam baru yang cukup kebesaran, Rafli (7) tak henti-hentinya memanggil mamanya saat sudah berada di dalam kelas barunya di SDN 58 Palembang, Senin (16/7/2018).

Bocah ini merasa tegang saat melihat keramaian di sekitarnya. Beberapa teman barunya juga melakukan hal serupa, sibuk memanggil orangtuanya bahkan ada yang menangis karena tak mau ditinggalkan.

Begitu juga dengan Hasan, tas baru bergambar Kapten Amerika miliknya tak mau lepas dari pundaknya. Beberapa kali ia menguap karena pukul 05.30 WIB ia sudah dibawa ibunya pergi ke sekolah demi mendapatkan bangku paling depan.

Alhasil saat di kelas dan sudah duduk manis ia pun mengantuk dan beberapa kali bersandar di punggung sang ibu. Usaha ibunya pun tak sia-sia, berkat berangkat pagi ia berhasil duduk di bangku depan sekali persis di hadapan papan tulis. Kalimat ‘posisi tempat duduk menentukan prestasi’ tampaknya masih berlaku bagi para orangtua siswa ini.

Hari masih pagi, bahkan suasana sekolah belum belum ramai karena guru dan pegawai. Namun para wali dan orangtua yang didominasi ibu-ibu ini dengan siap mengatur tempat duduk buah hatinya. Tak peduli suasana kelas yang riuh dan anaknya yang merengek minta pindah bangku, orangtua malah sibuk mencari bangku paling depan.

Sejumlah orangtua yang mengantar anaknya ikut-ikutan belajar di kelas. Tak ingin bangku anaknya direbut oleh orang lain, dengan sigap ibu-ibu ini meletakkan tas sekolah anaknya di atas meja.

Belum cukup sampai disana, mereka bahkan duduk tak mau beranjak dari bangku tersebut. Sementara sang guru sudah masuk kelas namun masih saja mereka tetap menemani anak-anaknya belajar. Tujuan mereka datang pagi-pagi sekali hanya demi tempat duduk inilah yang membuat beberapa SD sudah ramai sejak subuh. Bahkan ada pagar sekolah yang belum dibuka, orangtua dan anaknya ini sudah berdiri di delan pagar sekolah.

“Saya sengaja nggak kerja dulu dan datang pagi biar tidak terlambat. Kalau bisa anak saya harus dapat bangku depan dan ikut upacara,” ujar Sumaina, saat ditemui mengantar anaknya.

Sumaina mengaku ingin sekali anaknya bisa duduk di bangku urutan paling depan. Karena menurutnya kalau anak duduk depan bisa lebih fokus belajar tidak ngantuk. “Anak saya itu agak pendek, jadi kalau duduk belakang pasti tertutup anak-anak lain juga,” ujarnya sembari tertawa.

Kepala SDN 58 Palembang, Rusriana mengatakan memang di hari pertama ini orangtua diperbolehkan mengantar dan menemani anaknya belajar. Hal ini juga sekaligus memperkenalkan lingkungan baru bagi anak-anaknya. “Jadi ya, biarkan saja mereka ikut belajar bersama anaknya. Terkadang banyak anak yang menangis dan tak mau ditinggal. Maka orangtualah yang harus menenangkannya, itu hal biasa,” ujarnya.

Pemandangan serupa juga terjadi di SDN 87 Palembang. Meski suasana masih gelap, namun orangtua bersama anak-anak sudah datang lebih awal ke sekolah yang terletak di Jakabring ini. Mereka sangat antusias sekali menyambut sekolah baru dengan seluruh perlengkapan sekolah yang baru. (hasan basri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.