Hasil Audit Replanting BU Kerugian Negara 9 Miliar Lebih dan Bakal Ada Pihak Lain

0 125

Bengkulu, Penasumatera.co.id – Kerugian keuangan negara pada kasus dugaan korupsi Replanting Sawit di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) pada tahun 2019-2020 capai 9 Miliar lebih, hal ini berdasarkan hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Bengkulu yang diterima penyidik Pidsus Kejati Bengkulu.

“Heri Jerman Kajati Bengkulu disampaikan Kasi Penkum Ristianti Andriani mengatakan adapun ke 4 tersangka dugaan korupsi replanting sawit di BU yakni AS selaku Ketua Kelompok Tani Rindang Jaya, Sekretaris Kelompok Tani Rindang Jaya berinisial ED”. Ujarnya, pada Rabu (28/9/2022)

Masih disampaikan Kasi Penkum, ada juga bendahara Kelompok Tani Rindang Jaya berinisial SO, dan Kepala Desa Tanjung Muara berinisial PR melakukan pemalsuan dokumen identitas penerima program replanting sawit seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Jumlah dokumen kartu keluarga dan KTP penerima program replanting sawit BU tahun 2019-2020 yang dipalsukan oleh empat irang tersangka yakni sebanyak 490 lembar dokumen identitas para anggota kelompok tani Rindang Jaya, Desa Kinal Jaya,” jelas Kasi Penkum.

Ditempat Terpisah Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Bengkulu, Danang Prasetyo mengatakan langkah selanjutnya usai menerima hasil audit BPKP, pihaknya akan segera melakukan pelimpahan tahap satu keempat tersangka ke tim JPU.

Kemudian dari hasil audit BPKP sebesar Rp 9 miliar lebih tersebut murni hasil pemalsuan dokumen yang dilakukan keempat tersangka, dan tidak ada relevansinya dengan Rp 13 miliar uang yang disita tim penyidik dari rekening kelompok tani Rindang Jaya, jelasnya.

Lanjut Danang menyebutkan penyidikan dugaan korupsi replanting sawit BU 2019-2020 tidak berhenti sampai empat tersangka saja, dan akan ada banyak pihak lainnya yang nantinya bakal ditetapkan sebagai tersangka tambahan dalam kasus tersebut, tutupnya. (**)

Baca Juga
Penasumatera