Hidup Sebatang Kara, Rohati Menghabiskan Masa Tua di Gubuk Reot

0 37

LAHAT, Penasumatera.co.id – Belenggu kemiskinan masih dirasakan oleh Rohati (65) warga Jl. Baru Talang Kabu, Kelurahan Pagar Agung Lahat. Ia adalah seorang janda hidup sebatang kara, suaminya meninggal 20 tahun yang lalu, sementara kedua putranya juga telah meninggal dunia karena sakit.

Rohati tinggal dengan menempati gubuk reot berukuran 1X2 meter yang dibangun menumpang di atas tanah milik seorang warga, di dalam gubuk itulah Rohati beristirahat sambil menghabiskan masa tuanya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Rohati mencari kayu bakar di semak belukar yang tidak jauh dari gubuk tempat tinggalnya. Kayu bakar yang ia dapat, kemudian di jual kepada pengepul dengan harga Rp.3000 /ikatnya. Dalam sehari perempuan paru baya ini dapat menjual Empat ikat kayu bakar.

Selain mencari kayu bakar, Rohati tak jarang membantu membersihkan pekarangan rumah milik tetangganya, dari situ ia terkadang mendapat upah makanan pemberian dari warga sekitar.

Marda (38) salah satu tetangga Rohati menuturkan, keseharian Rohati selain mencari kayu bakar juga sering membantu tetangga sekitar tempat tinggalnya ia juga menceritakan bahwa Rohati juga sering tinggal berpindah-pinda sebelum menetap di lingkunganya.

“Ibu Rohati adalah warga pendatang di kampung kali ini, beliau datang setahun yang lalu, karena tidak ada tempat tinggal makanya dibuatkan oleh warga gubuk untuk tempat tinggalnya,” Tutur Marda.

Untuk bantuan kesehatan dari pemerintah Rohati sudah tercover melalui program Kartu Indonesia Sehat, (KIS). Namun untuk bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat melalui Program Keluarga Harapan (PKH) hingga saat ini belum ada.

“Saya berharap agar ibu Rohati mendapatkan PKH. Karena melihat kondisinya beliau berhak mendapat perhatian dari pemerintah,”Harap Marda. (D0d)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera