ICA Sumsel dilantik, Segera Release Buku Khazanah Kuliner Sumsel

0 29
Palembang, Pena Sumatera co.id  – Khazanah kuliner Sumatera Selatan sangatlah beragam, karena keberagaman inilah Ketua Indonesian Chef Association (ICA) BPD Sumsel yang baru saja dilantik, Rabu (31/3/2021) Chef Abdul Gani bersama tim akan merilis buku Khazanah Kuliner Sumsel.

“Target 1 tahun kedepan ini setelah kami dilantik untuk kepengurusan ICA BPD Sumsel 2021-2026 akan merilis buku Khazanah Kuliner Sumsel. Kami ingin mengenalkan makanan autentik atau khas dari Sumsel ke masyarakat lokal hingga luar negeri,” kata Gani didampingin Sekretaris Aswir saat dibincangi usai acara pelantikan di ruang pertemuan hotel Aryaduta Palembang.

Selain merilis buku sebagai target memajukan kuliner di Sumsel, ICA BPD Sumsel akan mengadakan pelatihan-pelatihan dengan menggandeng UMKM pelaku kuliner.

“Bersama pelaku-pelaku kuliner dari UMKM ini kami berencana akan mengadakan pelatihan, dari situlah ibaratnya khazanah kuliner Sumsel akan makin dikenal gaungnya,” jelasnya.

Untuk bisa menjadi anggota di ICA ini tidaklah sulit, Gani mengatakan cukup mendaftar melalui website resmi ICA di https://indonesianchefassociation.com/article/content/cara-registrasi-member-indonesian-chef-association.

“Mendaftar di website ini harus dengan persetujuan dari masing-maisng wilayah, setelah disetujui baru apply ke website resmi ICA, kemudin membayar uang administrasi, nantinya akan mendapat jaket ICA dan lainnya,” jelasnya.

Presiden ICA, Henry Alexie Bloem mengatakan setelah dilantikan Abdul Gani sebagai ketua ICA BPD Sumsel yang baru dia berharap Abdul Gani dan badan pengurus daerah bisa mengabdi dan menunjukkan khazanah budaya kuliner provinsi tempat dia bertugas.

“ICA kan asosiasi non profit mengabdi tanpa gaji, malah kami mengeluarkan dana pribadi untuk ongkos, kegiatan dan lainnya. Jadi tugas ketua itu gak gampang, karena harus bagi waktu dengan tempat kerja, keluarga, ngurusi asosiasi tanpa dibayar intinya dimana dia menjabat di sanalah khazanah budaya kulinernya ditunjukkan,” jelasnya.

Selanjutnya, dia mengatakan tidak hanya menunjukkan khazanah budaya kulinernya saja tapi memajukan manusianya, anggota-anggota ICA, Chef Chef dengan memberikan pelatihan, membuat kompetisi.

“Mengunjungi sekolah sekolah pariwisata atau SMK yang ada bidang kulinernya, memberikan mereka masukan dan saling berbagi ilmu yang didapat,” kata Henry.

ICA memiliki visi dan misi yakni mengangkat, melestarikan, mempromosikan khazanah budaya kuliner Indonesia ke mancanegara, selanjutnya meningkatkan skill, knowledge anggotanya.

“Seperti Chef, anak-anak yang masih sekolah yang akan menjadi generasi penerus. Kemudian mempromosikan makanan Indonesia juga,” ujarnyanya.

Total keseluruhan anggota ICA di Indonesia dan dunia ada sebanyak 5000. Di Indonesia ada di 22 provinsi, di luar negeri ada sekitar 16 ambassador.

“Jadi teman teman yang sedang kerja di luar kami tunjuk sebagai brand ambassador ICA untuk membantu menggoalkan visi dan misi ICA tadi karena apa begitu menjadi chef di suatu negara. Sebaai chef otomatis mereka bisa memasukan makanan Indonesia di tempat dia bekerja,” jelasnya.

Cara ini merupakan yang paling mudah, murah memperkenalkan, mempromosikan makanan Indonesia di luar negeri tanpa biaya. (ofie)
Baca Juga
Penasumatera