Instruksi Pemerintah Pusat, Dinsos BU Mulai Terapkan Aplikasi SIKS-NG

0 37

BENGKULU UTARA, Penasumatera.co.id – Sesuai dengan instruksi dari Pemerintah Pusat, dan juga untuk menghindari terjadinya kekeliruan serta ketidakvalidan data penerima manfaat Bantuan Pangan Non (BPNT), mulai bulan ini Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bengkulu Utara (BU), menerapkan Aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG 2.4).

Disampaikan Suwanto Kepala Dinas Sosial BU, terkait hal tersebut dirinya membenarkan sebelumnya kita terlebih dahulu melakukan perbaiki yaitu Basis Data Terpadu (BDT) yang sekarang berganti menjadi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan lanjut menggunakan aplikasi “Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG 2.4).

“Tentu petunjuk ini sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat, sejauh ini kami sudah mulai melakukan pelatihan terhadap operator yang ada disetiap desa di Kecamatan untuk dapat menggunakan aplikasi ini, sebagai basis data seluruh program Basos mulai dari program Sembako, PKH, dan RUTILAHU, kemudian untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mulai 2020 ini menjadi Program Sembako. Terang Kadis, Sabtu (07/03).

Kembali ia menjelaskan, adapun bagi para penerima manfaat yang sudah tidak berhak mendapat bantuan di BU akan dicoret dan digantikan dengan nama baru yang layak dan memenuhi persyaratan untuk bisa mendapat Bantuan Pangan Non Tuna (BPNT). Sejauh ini sudah puluhan lebih yang dicoret rata-rata kebanyakan dari mereka dengan kesadaran mengundurkan diri, bisa dikatakan sudah mampu.

“Namun Kembali Suwanto menambahkan, untuk data calon penerima manfaat BPNT ini harus sudah masuk terlebih dahulu
dalam basis data terpadu 2018 dimana ini sesuai data di BPS dan data penerima rastra sebelumnya, adapun penyaluran BPNT baru dimulai bulan ini, sedangkan Januari dan Februari penerima manfaat hanya menerima bantuan bansos rastra berupa beras per bulan tanpa biaya tebus”, tutup Kadis. (Yapp)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera