Irene Camelyn: “Stop Vandalisme Terhadap Jembatan Ampera”

Disbudpar Sumsel Gandeng Dinas Pariwisata Kota Palembang dan berbagai komunitas Kampanyekan “Sayangi Ampera” 

0 227

PALEMBANG, Penasumatera.co.id –

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel, Irene Camelyn Sinaga, mengecam prilaku Vandaliasme (pengerusakan) yang dilakukan oleh oknum masyarakat terhadap Jembatan Ampera, hingga menyebabkan beberapa bagian jembatan “Kebanggaan Wong Plembang” itu terkesan kumuh dan ternoda keindahannya.

Permasalahan ini menjadi polemik tersendiri bagi Pemerintah Kota Palembang dan Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya di tengah persiapan Kota Palembang menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Hal ini pun sepertinya membuat gerah Kepala Disbudpar Sumsel yang akhirnya harus “turun gunung” dengan menggandeng Dinas Pariwisata Kota Palembang dan berbagai komunitas untuk mengkampanyekan “Stop Vandalisme Terhadap Jembatan Ampera” dengan slogan “Sayangi Ampera”.

” Bersama dengan Hari Bumi tanggal 22 April 2018 nanti, akan ada gerakan bersama yang kita gagas dengan menggandeng beberapa komunitas di kota Palembang yang perduli terhadap pariwisata, budaya untuk secara serentak melakukan aksi bersih – bersih terhadap Jembatan Ampera,” ujar Irene Camelyn menjawab pertanyaan awak media terkait maraknya aksi vandalisme terhadap jembatan Ampera, Selasa (10/4/2018).

Hal senada di katakan, Adi Saputra, dari Forum Pesona Sriwijaya yang juga khusus digandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan untuk mendukung kampanye menolak aksi vandalisme terhadap Ampera ini.

Menurut Adi hingga saat ini pihaknya telah melaksanakan beberapa gerakan, seperti Gerakan sayangi Ampera dengan melakukan aksi spontan melakukan bersih-bersih di Jembatan Ampera bersama beberapa komunitas lainnya di Kota Palembang.

“Sebagai aksi perlawanan kita terhadap tindakan vandalisme terhadap Ampera, kita mengkampanyekan Gerakan Sayangi Ampera guna mengajak masyarakat untuk berperan serta dengan melakukan aksi bersih-bersih Jembatan Ampera dan sekitarnya.

Sementara,  Yopie Valentino, sebagai koordinator dari komunitas Generasi Milenial (GenMi) saat dimintai keterlibatan GenMi dalam gerakan bersama anti vandalisme jni mengatakan bahwa dirinya dan komunitasnya merasa tergerak dan sangat antusias dalam menyikapi maraknya aksi vandalisme terutama di kawasan Jembatan Ampera yg merupakan icon Kota Palembang bahkan Sumsel.

” Sebentar lagi mata seluruh dunia akan tertuju ke Kota Palembang saat Asian Games 2018, Malu kiranya jika kita tidak bisa menjadi tuan rumah yang baik oleh karena itu kami  mencanangkan hastag #SayangAmpera dan menggugah hati seluruh masyarakat Sumsel khususnya Palembang untuk menjaga secara bersama dan berkelanjutan jembatan kebanggaan kita ini,” katanya.

Menurut Yopie Aksi ini adalah gerakan permanen yang menjadi kebiasaan dan habit positif masyarakat Palembang, khususnya Anak Muda Milenial Palembang. (rel/ferry z)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.