Jika Lamban, Masyarakat Enggano Bisa Terancam Krisis Pangan dan BBM

0 21

 

Bengkulu Utara, Penasumatera.co.id – Sejak beberapa minggu akhir-akhir ini jalur penyebrangan angkutan barang (transportasi laut) menggunakan KM Pulo Tello dari pelabuhan pulau Baai Bengkulu menuju Kecamatan di Pulau Terluar Enggano Kabupaten Bengkulu Utara (BU), sementara waktu terhenti.

Dipastikan, jika KM Pulo Tello yang merupakan satu-satunya kapal atau alat transportasi pengangkutan barang dan juga (BBM) Bahan Bakar Minyak ini lama dalam perbaikan (naik dok) tentu ribuan masyarakat di pulau Enggano bakal mengalami krisis pangan dan BBM.

Eka Hendriadi, MH Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkulu Utara, kepada media ini membenarkan keadaan tersebut, kembali disampaikannya untuk kondisi KM Pulo Tello mengalami rusak berat, adapun kerusakan terjadi akibat benturan dari hembusan badai ketika dalam posisi Kapal bersandar.

“Hal ini mengharuskan kapal naik dok dan saat ini sudah dibawa ke Jakarta,” sampai kadishus.

sebelumnya, kembali dijelaskan Kadishub, pada Selasa (5/11), terkait KM Pulo Tello inikan masyarakat mengajukan surat ke Gubernur dan tembusan ke Bupati, karna ini terkait  Enggano lanjut Bupati merespon cepat dan kembali mensurati.

Terpisah Kadishub BU ditanya soal pengangkutan barang dan BBM, ia mengatakan untuk sementara terpaksa terhenti menginggat KM Pulo Tello sedang naik dok. Langkah kita selanjutnya untuk mencari
solusi, sejauh ini sudah mengajukan surat permohonan melalui Dirjen ke Kemenhub untuk permohonan pergantian (Kapal baru), seperti apa yang jelas bisa mengangkut barang termasuk BBM.

“Terkait kapal sebenarnya kita ingin yang lebih besar, namun sebaliknya untuk Bengkulu masih terkendala pelabuhan, jadi kita mengajukan permohonan untuk pergantian kapal dengan jenis yang sama, kita berharap permohonan yang masih dalam tahap proses bisa secepatnya di acc,” harap Kadishub (Yapp)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera