JM Undi Pemenang Grand Prize Belanja Dahsyat

0 49

PALEMBANG, Penasumatera.co.id – JM Grup mengundi program tiga bulanan belanja dasyat yang digelar sejak 1 Mei – 31 Juli 2019 di JM Lemabang pada Kamis (8/09/2019). Sebanyak 150 ribu kupon undian terkumpul dari 8 outlet JM Grup yang tersebar di Sumsel. Setidaknya ada 3 unit sepeda motor sebagai hadiah utama, hadiah hiburan 50 unit dan ratusan voucher hadiah diberikan kepada konsumen setia JM Grup.

Deni Mulya selaku Coorporate Manager General Affair JM Grup menjelaskan, program belanja dashyat ini digelar sebagai apresiasi kepada pelanggan setia JM Grup yang selama ini sudah loyal.

“Pada periode pengumpulan kupon sudah kita laksanakan sejak awal Mei lalu ada 150 ribu kupon, kupon paling banyak terkumpul dari gerai PS , Plaju dan Sukarami, dengan produk yang paling banyak terjual fashion dan supermarket,” kata Deny, disela sela pengundian.

Ketiga pemenang yang beruntung mendapatkan hadiah grandprize sepeda motor antara lain Kms Rahman Brata Kesuma, Windari Astuti dan Surahmat. 

Sementara sebelumnya, periode sejak mei hingga juli lalu pihaknya telah membagikan 1000 voucher belanja untuk para pemenang yang nilainya capai Rp 300 juta. Pengundian pun dilakukan secara marathon pada delapan cabang JM Grup setiap hari.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk mengikuti program belanja dashyat caranya cukup dengan belanja Rp 200 ribu mendapatkan satu kupon dan berlaku kelipatan. Selama progam memang tidak terjadi peningkatan bahkan dibandingkan tahun lalu terjadi penurunan hal ini karena terpengaruh kondisi ekonomi dan faktor politik. “Penjualan turun 5 persen dibandingkan tahun lalu, dan memang program ini digelar untuk apresiasi pelanggan,”katanya.

Untuk itulah sejak dua tahun lalu, kata Deny, pihaknya sudah fokus menggarap markey e-commerce atau sistem belanja online melalui aplikasi JM Online. Aplikasi Jm Online bahkan kini sudah bisa didownload langsung melalui smarthonw baik berbasis android maupun ios. “Justru yang memanfaatkannya sangat banyak. Kebanyakan pelanggan online memesan produk kecil, jika dulu paling laris itu aksesoris wanita, kini justru produk supermaket seperti sabun, detergen dan mie instan,”katanya.

Era digitalisasi saat ini, pihaknya mau tidak mau harus memiliki strategi khusus agar tetap bisa mempertahankan market yang ada. Ditambah kondisi saat ini, ada beberapa gerai modern dari perusahaan lain di Palembang yang mengalami gulung tikar. “Ini tentu jadi ancaman, makanya kita mengembangkan strategi digitalisasi untuk menahan gempuran pasar yang cenderung sepi,”tutupnya. (Ofie)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera