Kadisdik Sumsel : Kabut Asap Masih Diambang Belum Bahaya

0 49

PALEMBANG, penasumatera.co.id – Dinas Pendidkan Provinsi Sumsel dan Dinas Pendidikan Kota Palembang, belum berencana memberikan rekomendasi untuk mengurangi aktivitas belajar siswa di sekolah terkait kabut asap dampak dari kebakaran lahan dan hutan di daerah ini yang terus terjadi akibat musim kemarau. Meski saat ini di Sumsel sudah terdata sebanyak ratusan ribu masyarakat yang menderita ISPA.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs. Widodo, M.Pd mengatakan, pihaknya akan berkoordinasikan dengan Kadis Kesehatan tentang ambang batas kelayakan kondisi tersebut. “Mengingat sampai saat belum ada informasi/laporan dari pihak berwenang bahwa kondisi udara kita sudah melampaui ambang batas kesehatan,”ujarnya.

“Kita terus monitor hal itu untuk memastikan guru dan siswa Sumsel selalu terlindungi dan bebas dari dampak buruk asap. apabila disimpulkan bahwa hal itu melampaui ambang dan membahayakan maka kita harus mengutamakan kesehatan siswa dan guru,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kota Palembang, H. Ahmad Zulinto, S.Pd.MM mengatakan, kondisi kabut asap di Palembang masih di bawah ambang bahaya. “Seperti yang kita ketahui, kualitas udara masih sedang atau belum begitu berbahaya terhadap kesehatan masyarakat, termasuk anak-anak,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, H. Ahmad Zulinto, S.Pd.MM, usai meninjau langsung keadaan kabut di SMPN 36 sungki kertapati Palembang, Jum’at (9/8/2019).

Ia mengatakan, pihaknya akan merekomendasikan sekolah-sekolah di daerah ini untuk mengurangi jam belajar  jika kondisi kualitas udara sudah sangat memburuk atau membahayakan kesehatan manusia, terutama anak-anak.

Hal itu, menurut dia, agar aktivitas pendidikan tetap berjalan tanpa harus terkendala sesuatu apapun.”Jangan sampai karena mengurangi jama belajar, kemudian ada ketertinggalan mata pelajaran. Ini tentunya bisa mengganggu, berdasarkan pantauan kami keadaan kabut di daerah ini (lingkungan sekitar SMPN 36 Sungki Kertapati) katanya kabut asap sudah tebal, tetapi ketika kami lihat sekarang  belum begitu tebal,” jelas Zulinto.

“Pengurangan jam belajar saat ini belum bisa dilaksanakan, karena kabut asap masih dalam kondisi sedang yang artinya belum begitu membahayakan kesehatan,” katanya.

Ia meminta, agar pihak sekolah menyarankan para pelajar untuk senantiasa menggunakan penutup hidung dan mulut (masker) saat pergi dan pulang sekolah. Hal ini untuk mengantisipasi berbagai gangguan kesehatan yang dapat berpotensi menyerang ketika udara tercemar kabut asap seperti saat ini.(hsb)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera