Kedok Peredaran Narkoba Dalam Lapas Merah Mata Terbongkar

0 68

PALEMBANG, penasumatera.co.id – Rapinya peredaran narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (LP) selama ini, akhirnya berhasil terkuak. Dalangnya yang tidak lain pegawai Lapas, Napi dan dua warga sipil, Sabtu (4/08/2018).

Terbongkarnya sindikat ini berawal saat Satuan Direktorat Narkoba Polda Sumsel berhasil menangkap pegawai Lapas Merah Mata. Secepat itu pun, petugas melakukan pengembangan hingga menyeret dua Napi dan dua sipil lainnya. Dengan barang bukti berupa uang penjulan sebanyak Rp 120 juta, dua bungkus shabu seberat dua ons, sebungkus shabu seberat 3,7 ons, 300 butir pil ekstasi, tujuh butir pil ekstasi warna putih, 7,16 gram shabu bungkus kecil, dua bungkus pil ekstasi dengan berat 55,31 gram dan 77,68 gram.

Dua warga sipil yang dimaksud, Nabila (19) warga Jalan Talang Kerangga No 18/580 RT 14 RW 05 Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II dan Idham alias Deham (28) warga Jalan Talang Kerangga No 871 Rt 14 Rw 05 Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I. Lalu, Napi Lapas Merah Mata yang divonis 17 tahun dalam kasus narkoba, Herman Gani (53) dan Rizky (28) warga Desa Sumbokrayek Kec Nibung Aceh Utara juga tercatat Napi Lapas Merah Mata yang divonis 20 Tahun dalam kasus narkoba, terakhir pegawai Lapas Merah Mata, Adiman (36).

“Peredaran narkoba di Lapas ini ternyata di dalangi Herman dengan dua anak kandungnya. Selain itu, ada oknum pegawai lapas juga. Sangat miris sekali, seorang ayah melibatkan anak-anaknya dalam mengendalikan Narkoba. Namun kami akan sikat betul dan tidak ada ampun bagi mereka yang melakukan tindak pidana Narkoba, kriminal maupun premanisme,” tegas Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, saat gelar perkara di Mapolda Sumsel pada Senin (6/08).

Diungkapkan Zulkarnain, sejumlah barang bukti yang disita, dibawa ke labfor guna kepentingan pemeriksaan. Bukan itu saja, urine para tersangka pun tidak luput dari pemeriksaan petugas Labfor.

“Semua kita periksa. Kini kita masih melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya yang belum tertangkap, diduga ini merupakan jaringan,” papar orang nomor satu di Polda Sumsel itu.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.