Kepala Sekolah Harus Kuasai Konsep Supervisi Akademik

0 397

PALEMBANG, Penasumatera.co.id – Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, handal dan berkualitas tercipta melalui mutu pendidikan yang diperoleh di sekolah. Pendidikan yang diperoleh melalui sekolah diharapkan mampu menciptakan SDM yang berkualitas, karena sekolah adalah tempat memanusiakan manusia. Dengan kata lain, sekolah merupakan tempat mentransfer nilai, pengetahuan, dan keterampilan yang tujuannya menghasilkan manusia yang cerdas, berkualitas, terampil, berbudi luhur, serta menjunjung tinggi ajaran agama.

“Sekolah sebagai ujung tombak “penghasil SDM” mengemban tugas yang penting dan sangat strategis, hal ini tak lepas dari peran kepala sekolah,”ungkap Kepala Bidang SMP Disdik Kota Palembang Drs. H. Herman Wijaya, M.Si.

Dikatakannya, Salah satu tugas kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi akademik. Untuk melaksanakan supervisi akademik secara efektif diperlukan keterampilan konseptual, interpersonal dan teknikal. Oleh sebab itu, setiap kepala sekolah harus memiliki dan menguasai konsep supervisi akademik yang meliputi pengertian, tujuan dan fungsi, prinsip-prinsip, dan dimensi-dimensi substansi supervisi akademik.

“Supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah terhadap guru – guru disekolah meliputi,memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan tiap bidang pengembangan pembelajaran kreatif, inovatif, pemecahan masalah, berpikir kritis dan naluri kewirausahaan,”ujarnya.

Menurutnya, Kepsek hendaknya membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan di sekolah atau mata pelajaran di sekolah berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum 13 (K-13) dan KTSP 2006.Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/ metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa,”katanya.

Lanjutnya,Kepala sekolah bisa membimbing gurunya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/ bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa.Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran.

“Kompetensi supervisi akademik intinya adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran.Namun satu hal yang perlu ditegaskan di sini, bahwa setelah melakukan penilaian kinerja berarti selesailah pelaksanaan supervisi akademik, melainkan harus dilanjutkan dengan tindak lanjutnya berupa pembuatan program supervisi akademik dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya dalam meningkatkan mutu pendidikan,”pungkasnya(hsb)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera