Ketua Tim ISO : Pidanakan Penyebar Hoax

0 598

KAYUAGUNG, Penasumatera.co.id – Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) H Iskandar-H Djakfar Shodiq (ISO) melalui Ketua Tim pemenangan ISO Turmudi beserta Tim Hukum Chairilsyah SH diwakili Aulia Aziz Al Haqqi SH mendatangi Kantor Pengawas Pemilu Kabupaten OKI Sabtu (24/3/2018). Dalam laporannya, Tim ISO melampirkan surat keterangan klarifikasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten OKI dengan Nomor 440/830/Dinkes/III/2018, juga sejumlah bukti lainnya yakni cetakan (print out) dari akun penebar hoax.

Tim ISO melaporkan perbuatan tidak menyenangkan berupa kabar palsu atau Hoax yang diunggah ke media sosial Facebook dengan akun Adi Codot ke grup OKI Memilih Pemimpin yang kemudian dibagikan kembali oleh Akun Mega Wati Fikri.

Parahnya lagi, dalam caption Mega Wati Fikri saat membagikan kembali, mengungkapkan kalimat provokatif yang mengarah ujaran kebencian yang bukan saja ditujukan untuk Iskandar, namun juga menyasar ke Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten OKI.

Ketua Tim ISO : Pidanakan Penyebar HoaxKabar palsu yang diposting Akun Adi Codot yang sekarang sudah berganti nama Juki Syahputra pada tanggal 22 Maret 2018 mengungkapkan sejumlah foto yang menurut dirinya dalam keterangan foto merupakan kegiatan pembagian susu bagi pasien TB paru – paru di sejumlah Puskesmas di OKI dalam rangka peringatan hari TB baru se-dunia.

“Pelaksanaan bagi susu itu memang ada, akan tetapi waktu pelaksanaannya di tahun 2017 yang lalu, jauh sebelum Pak Iskandar mengajukan cuti untuk mengikuti Pilkada,” jelasnya.

Sedangkan, lanjut Turmudi, dalam framing postingan Akun Adi Codot seakan kegiatan baru dilaksanakan bulan Maret.

“Ini jelas upaya fitnah yang sengaja dihembuskan untuk menyerang karakter Pak Iskandar yang seakan memanfaatkan Aparat Sipil Negara (ASN) untuk turut berkampanye, dan fitnah ini akan terus dibagikan hingga masyarakat terprovokasi,” tuturnya.

Menurut Ketua Tim Pemenangan ISO ini, upaya melaporkan ke Panwaslu merupakan bentuk perlawanan dalam menepis kabar fitnah yang semakin hari seakan memojokkan Petahana.

“Kejadian ini sudah berulang kali, mulai dari persoalan jalan rusak hingga kabar miring lainnya. Selama ini Kita menganggap ini merupakan dinamika politik, akan tetapi ketika sudah mengarah dalam pembunuhan karakter melalui fitnah yang disebar ke medsos, ini persoalan lain,” tegasnya.

Dilanjutkannya, Tim Iso berharap, perbuatan pidana yang menyebarkan berita Hoax layak diberi sanksi tegas.

“Panwaslu dan Gakkumdu yang memiliki media cyber agar bisa mendeteksi dan menangkap pemilik akun,” terangnya seraya menghimbau kepada simpatisan ISO untuk tetap tenang dengan tidak bertindak anarkis.

Ketua Panwaslu OKI Fahrudin mengatakan pengaduan Tim ISO telah diterima untuk ditindaklanjuti. Mengenai proses dari pengaduan, Fahrudin meminta pelapor menghadirkan saksi yang terlibat dalam kegiatan pembagian susu.

“Dengan saksi yang akan dihadirkan ini, semakin memperjelas laporan yang diterima, sehingga akan mempermudah Panwaslu dalam memberikan tindakan,” terangnya.

Sementara itu, bedasarkan surat klarifikasi Dinkes OKI yang diterima awak media menjelaskan secara rinci sejumlah kegiatan yang diklaim Akun Adi Codot dan Mega Wati Fikri sebagai kegiatan Pemkab OKI dengan memajangkan foto Bupati OKI Iskandar dengan Ketua TP PKK Lindasari di kantong (Godybag) berisi susu sebagai pembiaran aparat terhadap kampanye terselubung yang dilakukan Petahana.

Menurut surat tanggal 23 Maret 2018 yang ditandatangani Kepala Dinkes OKI Lubis menyatakan kegiatan pembagian susu dalam rangka kegiatan meningkatkan status gizi penderita TB Paru di sejumlah Puskesmas yakni Puskesmas Sugih Waras, Pedamaran Timur, Tugu Mulyo Desa Sumber Agung, dan terakhir di Puskesmas Cengal saat kunjungan TP PKK di Sungai Jeruju. Semua kegiatan yang dilaksanakan dalam rentang waktu dari Bulan Agustus hingga Desember tahun 2017 yang lalu (Rachmat Sutjipto)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.