Kota Bengkulu di Banjiri Buah Durian

0 428

KOTA BENGKULU, Penasumatera.co.id Dalam beberapa hari terakhir ini, Bengkulu atau yang dikenal dengan Bumi Raflesia ini mulai di banjiri buah durian. Bagi para penikmat buat durian baik dari dalam Kota maupun luar Kota Bengkulu, untuk mencari buah durian dengan aroma menyengat dan khas ini, sangatlah gampang.

Dimana para penjual buah durian musiman ini menjamur di dalam pusat Kota, mulai dari Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar, depan Balai Buntar dan depan Stadion Sawah Lebar pusat Kota Bengkulu. Terlihat disisi kanan dan kiri jalan dapat dengan mudahnya ditemukan pedagang musiman ini.

Pantauan dilokasi, juga terlihat beberapa para pedagang yang menjajakan daganganya (buah durian-red) mulai pagi sampai malam hari, bahkan ada beberapa para pedagang yang ngetem sampai 24 jam lamanya.

“Kami para pedagang yang berada di emperan jalan paham dan mengerti bahwa kawasan ini tidak boleh dipergunakan untuk berjualan, tapi kami sportif mengikuti aturan dan menjaga kebersihan. Kami terpaksa membuka lapak di emperan jalan ini, dengan alasan tak ada tempat yang strategis untuk berdagang,” Ujar salah satu pedagang durian dilokasi.

Jadi tak perlu heran jika musim buah durian kawasan tepatnya di depan stadion sawah lebar di banjiri penjual dan pembeli buah durian. Sementara untuk harga buah durian yang ditawarkanpun bervariasi.

“Buah yang kecil dibandrol dengan harga Rp 20 ribu per buah, kalau yang besar bisa sampai Rp 25-40 ribu per buah,” ungkap Putra penjual buah durian asal Desa Alun Dua Kabupaten Bengkulu Utara, Kamis (12/07/2018)”.

Menurutnya, harga jual buah durian miliknya bisa digoyang jika pembeli ingin mengambil dalam jumlah yang banyak. Apalagi kalau duriannya diborong, harganya bisa dikurangi lagi.

Lebih lanjut Putra mengaku durian yang dijualnya diambil langsung dari kebunnya sendiri. Untuk durian yang ia jajakan di emperan jalan sehari bisa terjual sampai puluhan buah. Yang jelas bagi kami para petani di Kabupaten, datangnya musim buah durian ini alhamdulillah membawa berkah bagi kami. Bisa dalam satu hari ia bisa meraup untung hingga Rp 200 ribu sampai 400 ribu.

Ia mengakui setiap musim buah durian saya dan para petani lain (musiman) pasti menjual ke Bengkulu untuk mengais rejeki dengan membawa buah durian menggunakan mobil bak terbuka atau motor, “meskipun jualan buah bukan menjadi mata pencaharian utama, ya paling tidak menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya buat anak sekolah.” Terangnya.(yapp)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.