Majelis Hakim Kabulkan Penangguhan Penahanan Mantan Dirut BPR Sumsel

0 81

PALEMBANG, Penasumatera.co.id –

Majelis Hakin Pengadilan Negeri (PN) Palembang Klas I A Khusus Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (25/09) mengabulkan permohonan Penangguhan Penahanan Mantan Direktur Utama (Durut) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumsel, terdakwa Nazirwan Delamat melalui Tim Kuasa Hukumnya dari Kantor Hukum Samudera yang disampaikan usai mengajukan Eksepsi (bantahan) atas Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan Nomor Register Perkara : 1284/Pid.B/2019/PN.Plg pada persidangan, Selasa (10/9) lalu.

Terkait permohonan penangguhan penahanan terhadap terdakwa Nazirwan Delamat melalui Tim Kuasa Hukumnya yang beranggotakan Suwito Winoto SH, Agus Mirantawan SH, Harry Susanto SH dan Nurlailatul Qodar Gathmir SH pada persidangan minggu lalu, karena penyakit yang diderita terdakwa. Majelis Hakim PN Palembang Klas I A Khusus Sumsel yang diketuai oleh Erma Suharti SH MH dalam putusan tersebut, mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap terdakwa dan menetapkan terdakwa Nazirwan Delamat sebagai Tahanan Kota.

Dalam sidang lanjutan hari ini, Rabu tanggal 24 September 2019 sekitar pukul 13:30 WIB dengan agenda sidang pemeriksaan saksi-saksi yang diajukan JPU Anggara Surya Negara SH dan Indah Kumala Sari SH sebanyak 18 saksi. Atas Perkara Pidana dengan terdakwa Nazirwan Delamat (ND). Namun, agenda pemeriksaan 18 saksi tersebut ditunda, dikarenakan terdakwa sedang menjalani operasi dan perawatan medis di Rumah Sakit Siloam.

Pada saat persidangan berlangsung, JPU telah menunjukkan surat keterangan sakit terdakwa ND kepada Majelis Hakim PN Palembang Klas I A Khusus Sumsel yang diketuai oleh Erma Suharti SH MH, berisikan keterangan penyakit terdakwa ND yang mengharuskan terdakwa menjalani rawat inap di Rumah Sakit Siloam dimulai dari tanggal 19 September 2019 sampai dengan sekarang. Terdakwa telah didiagnosa dokter ahli spesialis Syaraf di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya dr. Theresia Cristin, SpS memiliki penyakit hemiparestesi dextra, sefalgia kronis, hipertensi, insomnia berat kronis. Selain diagnosa dari dr. Theresia Cristin, dr. Didit Pramuditho, SpU mendiagnosa terdakwa memiliki penyakit Lipom (lemak di daerah kemaluan) yang harus segera dioperasi.

Tindakan operasi Lipom kepada terdakwa telah dilakukan pada hari Senin, tanggal 23 September 2019 pada pukul 17.50 WIB. Setelah terdakwa menjalani operasi, terdakwa juga diharuskan melakukan pemeriksaan rutin yang dilakukan minimal 2 kali seminggu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat menyebabkan fatal atau sampai hal terburuk yaitu meninggal dunia.

Berdasarkan Surat Keterangan Sakit yang telah diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada majelis hakim tersebut, majelis hakim memutuskan menunda sidang agenda pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 18 saksi dari JPU hari ini (Selasa, 24 September 2019).

Agenda pemeriksaan saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan berlangsung pada hari Selasa tanggal 1 Oktober 2019. Selain itu, majelis hakim juga menetapkan terdakwa ND sebagai Tahanan Kota, terhitung sejak hari ini, Selasa tanggal 24 September 2019 sampai 30 hari ke depan (hari Kamis, tanggal 24 Oktober 2019).

Ditemui usai Sidang, Suwito Winoto SH mengatakan, selaku Penasehat Hukum terdakwa, mereka sangat berterima kasih kepada Majelis Hakim yang telah mengabulkan pemohonan penangguhan penahanan terhadap klien-nya tersebut.

“Majelis Hakim sudah sesuai aturan, mempertimbangkan hak hak terdakwa yang lagi sakit. Dan kami akan tetap koperatip menjalani setiap perjalanan sidang,” ujar Suwito.

Seperti diberitakan, Mantan Direktur Utama (Durut) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumsel Nazirwan Delamat, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pemberian 21 Fasilitas Kredit pada 12 Debitur senilai 60 miliar rupiah.

Atas perbuatannya tersebut, terdakwa diduga tidak mengedepankan prinsip kehati-hatian (Prudance) sehingga melanggar Undang-Undang Perbankan. (agustin selfy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera