OSS, Selain Mempermudah Perizinan Juga Mengintergrasikan Seluruh Sistem

0 55

Bengkulu, Penasumatera.co.id – Gubernur Bengkulu mengatakan, Pemberian Hak Akses Turunan Online Single Submission (OSS) Berbasis Resiko kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yang dimaksud untuk mempermudah perizinan berusaha serta memanfaatkan peluang mengembangkan usaha dalam masa pemulihan ekonomi baik secara regional maupun nasional.

Ada dua peraturan pelaksana turunan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang menjadi fokus Pemda yang terkait langsung dengan perizinan berusaha yaitu, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Peyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko dan PP Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan perizinan berusaha di daerah. Ujar Rohidin Mersyah Gubernur Bengkulu yang disampaikan Asisten I Khairil Anwar.

Masih disampaikan Khairil, dalam UU Nomor 11 tahun 2020 ditegaskan, pemerintah pusat dan daerah berkewajiban memfasilitasi pengusaha dalam mengurus perizinan investasi. Jelasnya saat membuka secara resmi acara Pemberian Hak Akses Turunan OSS Berbasis Resiko Kepada Kepala OPD terkait, di Ruang Pola Provinsi Bengkulu, pada Kamis (4/8/2022).

Adapun OSS telah diresmikan Presiden RI pada 9 Agustus 2021 lalu, untuk memudahkan penerbitan izin usaha yang mencakup penerbitan semua perizinan berusaha atas nama menteri, Gubernur dan Bupati/Walikota. Selain itu juga, sistem ini mengintegrasikan seluruh sistem di lingkup Kabupaten/Kota, Provinsi dan Kementerian/Lembaga dengan sistem OSS yang ada di pusat Kementerian Investasi/BKPM.

“Kegiatan yang dihadiri 14 OPD”, Gubernur berharap, dengan adanya pemberian hak akses turunan OSS ini dapat meningkatkan ekosistem dan investasi dan kegiatan berusaha. Lanjutnya, sistem OSS dapat mempermudah dan mempersingkat waktu pengurusan perizinan, sehingga ke depan diharapkan mampu memperbaiki iklim usaha dan memperlancar pendirian usaha di Indonesia, tutup Khairil mengutip pesan disampaikan Gubernur. (Yap/rls)

Baca Juga
Penasumatera