Peduli Thalassemia, Prodia Gelar Edukasi dan Skrining Thalassemia

0 65
PALEMBANG, Penasumatera.co.id – Sejalan dengan komitnen Prodia untuk.memutus mata rantai Thalassemia di Indonesia,  PT Prodia Wydhahusada Tbk kembali melaksanakan skrining thalassemia dan sosialisasi mengenai penyakit thalassemia di markas Palembang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang pada Rabu (30/10).
Seperti diketahui Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang di turunkan secara genetik yang memiliki jenis dan frekuensi terbanyak di dunia. Berdasarkan data dari bank dunia , 7 % dari populasi dunia merupakan pembawa sifat thalassemia. Setiap tahunnya sekitar 300.000 – 500.000 bayi baru lahir disertai dengan kelainan hemoglobin berat, dan 50.000 hingga 100.000  anak meninggal akibat thalassemia. Dan 80 persen dari jumlah tersebut berasal dari negara berkembang. Indonesia saat ini  termasuk salah satu negara dalam sabuk thalassemia di dunia, yaitu negara dengan frekuensi gen atau angka pembawa  sifat thalassemia yang tinggi.
“Skrining Thalassemia ini merupakan program CSR dari Prodia yang telah dilakukan secara berkelanjutan sejak 2010. Dengan adanya skrining ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam memutus mata rantai thalassemia di Indonesia juga di Palembang. Selain skrining, kami juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai info kesehatan di berbagai kota di seluruh Indonesia,” kata Legal Head & Coorporate Secretary Prodia, Marina Eka Amelia  disela sela skrining,kemarin.
Berdasarkan data dari Lembaga Eijkman, thalassemia ditemukan pembawa sifay terbanyak ditemukan di Pulau Sumatera dan sekitar hampir 10 %  didaerah Palembang. “Komitmen Prodia dalam memutus mata rantai penyakit thalassemia di Indonesia diwujudkan melalui sosialisasi dan edukasi ke masyarakat terutama para pelajar sekolah menengah ke atas dan universitas dan kegiatan skrining thalassemia  dibeberapa wilayah yang memiliki angka thalassemia yang cukup tinggi,”katanya lagi.
Seperti diketahui, thalassemia bisa di cegah dengan cara menghindari perkawinan antara sesama pembawa sifat.Oleh karena itu salah satu upaya pencegahan yang harus dilakukan adalah dengan skrining thalassemia dengan cara melakukan pemeriksaan darah, disamping edukasi pada masyarakat mengenai thalassemia  dan konseling sebelum pernikahan.
Saat ini untuk mendapatkann pengobatan optimal, pasien thalassemia membutuhkan biaya sekitar 300 – 400 juta rupiah setiap tahunnya. Biaya ini akan terus meningkat seiring bertambahnya usia pasien, berat badan dan komplikasi yang dialaminya.
Sementara itu Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Palembang Dian Agustini mengucapkan terima kasih kepada Prodia yang telah berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan  skrining Thalassemia setiap tahunnya.
“Sosialisasi dan edukasi mengenai seluk beluk penyakit thalassemia perlu terus dilakukan terutama kepada generasi muda agar dapat mencegah penyebaran thalassemia,”harap Dian Agustini, disela sela sosialisasi dan edukasi skrining thalassmlemia, di kantor PMI, kemarin.
Ditambahkan Dian, jika saat ini penderita thalassemia di Palembang yang terdata ada 272 orang anak anak dengan kisaran usia 11 bulan – 18 tahun dan 52 orang dewasa dengan usia 18 tahun ke atas.
Pada kesempatan ini selain melakukan edukasi dan skrining thalassemia yang dilakukan oleh Prodia sebagai salah satu program CSR, juga digelar seminar tentang anak dan darah bersama dr Mediarty Sp.PD-KHOM, (ofie)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera