Pemkot Kebut Pembangunan Jargas

0 42

PALEMBANG, Pnasumatera.co.id – Salah satu upaya mempercepat pembangunan sambungan jaringan gas (jargas) di kawasan Seberang Ulu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, bersama Kementerian ESDM dan pihak pengembang membuat Tim Percepatan. Dibentuknya Tim Percepatan ini bertujuan, untuk merampungkan sambungan gas alam ke rumah masyarakat pada 31 Desember mendatang.

Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Setda Kota Palembang, Zuriyati menerangkan, pendirian Tim Percepatan ini disepakati bersama, dalam menanggapi kelemahan saat pembangunan jargas selama ini, terutama di Kelurahan Tuan Kentang.

“Karena kurang efektifnya komunikasi antara pekerja di lapangan dengan pihak Pemkot dan kementerian,” akunya, Kamis (6/12/2018).

Dilanjutkannya, pembangunan akan difokuskan di Kelurahan Tuan Kentang. Saat ini di Kecamatan Jakabaring, progresnya baru 15%, sedangkan Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju, telah mencapai 60%. Sementara, untuk wilayah Kecamatan Seberang Ulu (SU) I telah rampung dan siap dipasang apinya

“Untuk MRS (Meetring Regulati Sector) lainnya seperti di 16 Ulu sudah 80% dan itu akan selesai. Selain itu, pihak ketiga akan melakukan rapat internal antara Kementerian ESDM dan pihak ketiga terkait penambahan pekerja di lapangan yang akan ditempatkan di wilayah Kelurahan Tuan Kentang dan Kelurahan Plaju Ulu atau penambahan waktu,” paparnya.

Sementara pada 2019 nanti, Zuriyati mengungkapkan, akan ada 6.159 KK dari 10.000 KK yang diajukan Pemkot Palembang, akan mendapatkan bantuan pemasangan jaringan gas dari Kementerian ESDM.

“Insya Allah ini sudah pasti, kami berharap sisa dari kuota yang ingin dipenuhi pemerintah kota tercapai, sehingga dirasakan oleh masyarakat luas,” sebutnya.

Kemudian, untuk memenuhi kriteria pemasangan jargas, Pemkot Palembang harus mengajukan titik-titik kemiskinan di Kota Palembang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) titik kemiskinan yang dimaksud ialah kawasan Seberang Ulu sementara di Seberang Ilir adalah Kecamatan Gandus.

“Memasang Jargas di Ulu dan Ilir sekaligus, akan memakan waktu dan anggaran yang tak sedikit. Di kawasan Kertapati yang belum mendapat bantuan. Maka dari itu, kami masih berunding untuk wilayah mana yang akan diprioritaskan. Namun wilayah Seberang Ilir sebelumnya, sudah mendapat bantuan jargas pada 2009 lalu,” tuturnya.

Jargas alam yang akan dibangun menurutnya, akan membantu masyarakat dalam menghemat pengeluaran. Dibandingkan dengan gas elpiji 3 kilogram, gas alam cenderung lebih murah. “Besar harapan kami agar jargas ini selesai, agar masyarakat tak susah payah mencari gas elpiji terutama saat bulan puasa,” tutupnya. (el)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.