Penerapan K-13, Guru Diharapkan Lebih Kreatif dan Profesional

0 99

PALEMBANG, penasumatera.co.id – Dalam penerapan K-13 Para guru tak perlu mengkhawatirkan penggunaan buku sebagai bahan ajar kepada siswa. bahwa tujuan penerapan K-13 itu sendiri adalah agar sekolah bisa menghasilkan siswa yang beriman, produktif, kreatif, inovatif dan afektif serta berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara nantinya, sekolah dan guru yang menjadi tempat menempa anak didik ini diharapkan bisa lebih kreatif dan profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik, hal ini diungkapkan Kepala Bidang SMP Disdik Kota Palembang Drs. H. Herman Wijaya, M.Si

“Kurikulum itu merupakan agenda berjalan dan tidak mengatur buku-buku. “Buku itu kan materi, jadi kalau materi bisa bersumber darimana saja. Maka itu jangan resah mencari bahan ajar,” ujarnya.

Terlebih K13 sekarang tidak melulu menjadikan buku sebagai sumber utama belajar. Menurutnya, K13 mengarahkan pola pikir siswa untuk belajar aktif dan mencari tahu sendiri informasi yang berkaitan dengan materi.

“Apalagi sekarang banyak media informasi yang sangat mudah didapat. Siswa bisa mempelajari melalui surat kabar, artikel, majalah, mengikuti informasi terkini melalui televisi dan radio. Saya rasa itu jauh lebih efektif,” jelasnya.

Ia mengimbau, ke depan jangan sampai sekolah hanya mempelajari buku. Jadi para guru tidak perlu resah mau mencari materi apa. “Buku itu sekedar panduan dan rangkaian pembelajaran dari kurikulum,” terangnya.

Selain itu lanjut Herman, dalam penerapan K-13 ini juga guru harus aktif, bukan hanya terpaku dengan buku paket saja, guru bisa membuat rangkuman sendiri yang sumbernya didapat dari berbagai buku yang lain.”Jadi penerapan K-13 ini selain dituntut guru harus aktif tetapi guru juga diharapkan harus peduli kepada siswa,”katanya.

Guru harus banyak belajar, harus banyak mengetahui ilmu dan lebih kreatif. Jangan hanya terpaku pada materi yang disajikan Kurikulum 13. Guru harus mencari materi-materi penunjang K-13, sehingga siswa nantinya tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tidak hanya pintar dalam pelajaran, tapi juga memiliki akhlak yang baik, tangguh serta bertanggung jawab, “ungkapnya.

Herman juga berpesan, agar guru bisa menjadi teladan dan dalam menjalankan tugasnya memiliki kesabaran dan keikhlasan.Guru harus menjadi tenaga pengajar dan pendidik yang baik. Jangan banyak mengeluh, harus banyak bersabar dan iklhas dalam menjalankan perannya, agar nantinya bisa turut bangga ketika menghasilkan siswa-siswa yang berkualitas dan mampu bersaing, “pungkasnya.

“Guru profesional seharusnya memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial dan profesional. Guru harus memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik, memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealism,” pungkasnya(hsb)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera