Polresta Palembang Terancam Dipraperadilankan dan Dipropamkan Kuasa Hukum Obby Frisman

Terkait Ditetapkannya Status Tersangka Obby Frisman dalam kasus tewasnya pelajar SMA Taruna Indonesia

0 1.108

PALEMBANG, Penasumatera.co.id – Pasca ditetapkannya sebagai tersangka dalam peristiwa tewasnya salah satu pelajar SMA Taruna Indonesia beberapa waktu lalu, menuai protes keluarga besar Obby Frisman Arkataku (24). Melalui kuasa hukumnya, Suwito Winoto SH, Agus Mirantiawan SH, Harry Susanto SH dan Nurlailatul Qodar Gathmir SH akan menempuh jalur, dengan melaporkan ke Propam Mabes Polri dan akan Praperadilankan kasus ini, Kamis (18/7/2019).

Sebelumnya orang tua tersangka Obby Frisman Arkataku, Dardanela (52) dan Romdania (44) warga kota Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan, minta pendampingan dalam kasus yang menjerat anaknya. Setelah dilakukan investigasi tersendiri, nampak beberapa kejanggalan.

“Kami sangat hormati proses hukum yang berjalan saat ini. Namun, hendaknya kita tetap berpegang pada azas praduga tak bersalah. Karena kami melihat ada kejanggalan-kejanggalan yang terjadi, sehingga kami memutuskan untuk menempuh jalur hukum, dengan melaporkan kejadian ini ke Propam Mabes Polri dan Praperadilankan kasus ini,” papar Suwito Winoto SH, Agus Mirantiawan SH, Harry Susanto SH dan Nurlailatul Qodar Gathmir SH ketika disambangi dikantornya, Jalan Angkatan 45 Lorong Proklamasi Kecamatan IB I Palembang.

Langkah pertama Praperadilan dan mempropamkan kasus ini, tentu sudah menjadi langkah pasti, sebagai catur bangsa penegak hukum bersama Kapolri dan kepolisian Sumsel.

“Dalam kasus ini kami merasa terpanggil, apalagi didapati kejanggalan-kejanggalan. Mari kita bersatu mengungkap kasus ini yang sebenar-benarnya, yang seterang-terangnya, jangan ada yang di tutup-tutupi. Kejanggalan akan kami jelaskan di pengadilan nanti,” ujarnya.

Sementara, Ayah Kandung tersangka, Dardanela, mengatakan masih berat menerima status anaknya sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana UU perlindungan anak.

“Kami meminta keadilan kepada bapak Kapolri, karena anak saya dari kecil tidak pernah berkelahi. Saya sudah bertemu sama anak saya di Polresta Palembang, dia mengaku demi Allah tidak melakukan penganiayaan, saya cuma menolong karena korban terjatuh karena lelah,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, korban Delwyn Berli Julindro (14) mereggang nyawa, saat mengikuti masa orientasi Sekolah (MOS) yang digelar SMA Taruna Indonesia, Jalan Pendidikan Kecamatan Sukarami ini, akhirnya dilaporkan Ibu korban, Berce (41) warga Tulung Selapan Ilir RT 16 RW 08 Kelurahan Tulung Selapan Ilir, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI, ke SPKT Polresta Palembang.(silfy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera