Proses Penyidikan Penyerobotan Tanah Milik 39 Orang Guru Az-Zahra Masih ‘Ngambang’

0 61

PALEMBANG, Penasumatera.co.id – Sejak dilaporkannya kasus penyerobotan tanah milik 39 orang guru Az-Zahra, yang kini diduga dikuasai pihak Citraland dengan terlapor Arifin ke SPKT Polda Sumsel pada tanggal 20 Juli 2017, hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak penyidik Unit Harda Polda Sumsel. Ini diungkapkan kuasa hukum korban 39 guru Az-Zahra, Dr Enny Agustina SE SH MHum MKes CPL saat diwawancarai wartawan di kantornya, Selasa (25/6).

“Ya, sampai saat ini kasus tanah klien kami para guru Az-Zahra masih ‘ngambang’. Entah, siapa yang bermain dibalik ini, kalau kemarin sempat terhambat di BPN, kini kembali terbentur di proses penyidikan,” ujarnya.

Dikatakan Ketua LBH Amanda ini, pengukuran ulang dari BPN Kota Palembang sudah diterima penyidik Unit Harda Polda Sumsel pada awal bulan Mei 2019 lalu.

“Sejak dari sana, kami sudah surati dua kali, pertama pada tanggal 13 Mei 2019 dan yang kedua tanggal 22 Juni 2019, perihal permintaan salinan berita acara pengukuran ulang tanah berlokasi di Jalan Jepang RT 02 RW 03 Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati. Namun, penyidik belum ada respon. Kami pun sempat bertanya, apa yang kurang, sehingga kami harus menunggu lagi dan membuang waktu lebih lama lagi,” tandasnya.

Laporan ini sendiri dilaporkan salah satu guru Az-Zahra, Andriyanto SPd (47) warga Jalan Padang Selasa Tanah Rendah No 1365 RT 18 RW 06 Kelurahan Bukit Lama Kecamatan IB I Palembang ke SPKT Polda Sumsel pada 20 Juli 2017 lalu, dengan terlapor Direktur PT Dian Sakti, Arifin, atas perkara penyerobotan tanah dan atau pemalsuan surat, memberikan keterangan palsu diatas akta autentik, sebagaimana diatur dalam pasal 385 KUHP dan atau 263 KUHP atau 266 KUHP. (agustin selfy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Penasumatera