Ratusan Juta, Desa di Bengkulu Utara, Belum Laporkan Pajak DD 2021

0 36

Bengkulu Utara, Penasumatera.co.id – Dari 215 Desa di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara (BU), ada sekitar 25 desa yang belum melaporkan pajak yang dikenakan dalam kegiatan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2021 dengan nilai pajak sebesar Rp. 200 juta lebih. Padahal tahun ini sudah memasuki semester terakhir tahun 2022.

Kepala Bapenda BU, Markisman, S.Pi dikonfirmasi awak media, membenarkan hal tersebut. Bahkan, saat ini pihaknya sudah menyerahkan penagihan kepada pihak Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejari Bengkulu Utara, dikarenakan 25 desa tersebut tidak mengindahkan /memperdulikan klarifikasi dari pihaknya, sehingga pihak Bapenda mengalami kesulitan dalam pembuatan laporan pajak secara keseluruhan.

“Memang benar. Karena mereka tidak mengindahkan klarifikasi dari pihak kita, makanya untuk penagihan pajak dari Dana Desa tahun 2021 kita serahkan kepada pihak JPN Kejari Arga Makmur. Dan saat ini sudah ada beberapa desa yang dipanggil. Bukan hanya pekerjaan fisik, ada kegiatan non fisik yang juga wajib membayar pajak. Termasuk makan minum dalam kegiatan,” ujarnya, pada Senin (29/08)

Masih disampaikan Kepala Bapenda BU bahwasanya, walaupun di desa sudah terjadi pergantian kades, namun tetap wajib membayar pajak tersebut. Kecuali jika memang dana tersebut sudah diambil namun belum disetorkan.

“Walaupun ada pergantian Kades, selagi pajak tersebut belum disetorkan maka wajib dibayar, meskipun tahun 2021. Kecuali, jika memang seluruh dana tersebut sudah terserap termasuk dana pajak.

Lanjutnya maka, kita minta bukti setor pajaknya. Sampai saat ini ada beberapa desa yang telah dipanggil dan juga ada yang minta waktu beberapa hari untuk proses penyelesaiannya, tutup Kepala Bapenda BU. (**)

Baca Juga
Penasumatera