Ratusan Ormas dan Santri Kota Lubuklinggau Tolak Pembangunan Vihara

0 817

LUBUKLINGGAU, Penasumatera.co.id – Ratusan Ormas dan Santri di Lubuklinggau Sumatera Selatan, Mendesak agar pemerintah setempat membatalkan terkait pembangunan Vihara yang diduga cacat hukum dan meminta agar Lurah di Kecamatan Lubuklinggau Barat I Dipecat.

Hal tersebut setelah adanya dugaan yang memfasilitasi secara fiktif, izin syarat dukungan masyarakat setempat di Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Aksi massa yang dinamakan 317 atau 31 Juli 2018 ini, dipimpin pengasuh Ponpes Ar Risalah Atiq Fahmi Bersama ratusan massa dari para Ulama yang melakukan penolakan keras atas pembangunan Vihara Dharma Ratana dijalan Depati Jati Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat 1 Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan, agar Kementrian Agama di kota lubuklinggau serta pemkot Lubuklinggau membatalkan izin atau rekomendasi pembangunan Vihara Tersebut.

“Kami meminta agar dibatalkan rekomendasi pembangunan rumah ibadah Vihara karna di dalam aturan jelas dalam pembangunan rumah ibadah harus sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan dan dalam perundang-undangan serta bukan hanya kesepakatan antar pihak pemohon atau persetujuan antar sebelah pihak yang hanya mempunyai unsur kepentingan golongan dan pribadi “ kata Fahmi

“Untuk itu kami mengajak teman-teman semua dalam aksi damai menolak pembangunan Vihara karena terindikasi cacat hukum, kita minta pemkot tegas dalam hal ini,” Tegasnya.

Ditambahkannya, selain itu, Vihara yang rencananya akan dibangun diatas tanah seluas 4 hektar dan pembangunan ini katanya sudah disetujui oleh pihak Kemenag di Lubuklinggau yang dinilai rekomendasi tersebut keluar tanpa ada proses

“Sebelumnya di wilayah yang akan dibangun Vihara tidak ada 1 (satu) pun yang beragama Budha, dan Lubuklinggau adalah kota mayoritas muslim diwilayah rencana pendirian Vihara tersebut,” katanya.(do)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.